55 NEWS – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Jakarta hari ini, Kamis (28/8/2025), dengan sekitar 10 ribu buruh turun ke jalan menyuarakan tuntutan kenaikan upah minimum hingga 10,5% dan penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan. Aksi unjuk rasa ini terpusat di depan Gedung DPR dan Istana Kepresidenan, menandakan eskalasi kekecewaan pekerja terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku.

Related Post
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini adalah momentum krusial bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara nasional. "Kebijakan ketenagakerjaan saat ini belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan buruh. Kami butuh tekanan agar pemerintah segera melakukan perbaikan," ujarnya di Jakarta.

Aksi di Jakarta menjadi pusat perhatian, namun gelombang demonstrasi juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia, diperkirakan melibatkan hingga 75 ribu pekerja. Aksi serentak ini diharapkan dapat memberikan tekanan yang signifikan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib dan kesejahteraan buruh di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Tuntutan utama para buruh dalam aksi ini meliputi:
- Kenaikan Upah Minimum: Buruh menuntut kenaikan upah minimum nasional sebesar 8,5% hingga 10,5% mulai tahun 2026. Perhitungan ini didasarkan pada kombinasi angka inflasi (3,26%) dan pertumbuhan ekonomi (5,1% – 5,2%), serta mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168.
- Penghapusan Outsourcing: Buruh menolak praktik outsourcing untuk pekerjaan inti. Mereka mendesak pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 dan menegaskan bahwa sistem outsourcing hanya boleh diterapkan pada pekerjaan penunjang seperti keamanan. Para buruh menilai sistem ini telah mengeksploitasi pekerja dan mengurangi kepastian kerja.
Aksi demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjawab tuntutan buruh. Negosiasi yang konstruktif dan solusi yang adil diharapkan dapat meredam ketegangan dan menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih kondusif. 55tv.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru kepada Anda.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar