55 NEWS – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan perubahan nama Bank DKI menjadi Bank Jakarta, bertepatan dengan perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta. Langkah ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah strategi besar dalam menghadapi era baru Jakarta sebagai Daerah Khusus Jakarta, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024.

Related Post
Perubahan nama menjadi Bank Jakarta adalah wujud aspirasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham pengendali, dengan tujuan mempertahankan identitas Jakarta dalam lembaga keuangan milik daerah. Nama "Jakarta" dipilih karena kesederhanaannya, universalitasnya, dan kemampuannya untuk menempatkan Jakarta sejajar dengan pusat-pusat keuangan global lainnya.

Logo baru Bank Jakarta tetap mempertahankan ikon Monumen Nasional (Monas), namun dengan interpretasi yang lebih modern. Tiga garis diagonal tanpa lingkaran pembatas melambangkan Monas yang menjulang bebas ke langit, mencerminkan aspirasi Jakarta yang tak terbatas dalam ruang dan waktu untuk mencapai panggung global.
Perubahan signifikan juga terjadi pada pemilihan warna. Warna merah yang sebelumnya mendominasi diganti dengan warna merah jingga, yang dianggap lebih dekat dengan identitas Jakarta dan budaya Betawi. Warna merah jingga diharapkan memancarkan energi kreatif dan optimisme Jakarta, sementara warna hitam memberikan fondasi kepercayaan institusional yang kuat.
Pramono Anung juga mengungkapkan alasan di balik pemilihan warna oranye dan tagline "Membangun Masa Depan". Warna oranye, menurutnya, juga merupakan representasi dari warna kebesaran Persija Jakarta, tim sepak bola kebanggaan warga Jakarta. Ia berharap, dengan perubahan ini, Bank Jakarta dapat berkontribusi lebih besar dalam memajukan Persija.
"Kenapa nantinya Bank Jakarta ini warnanya menjadi oranye adalah bagian dari komitmen saya untuk membesarkan Persija. Percuma, Bank yang maju, Persijanya enggak menang," ujar Pramono.
Perubahan ini diharapkan dapat membawa Bank Jakarta menuju era baru yang lebih dinamis, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta serta mampu bersaing di kancah global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar