Geger! Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dibekukan, Anak Usaha Antam Buka Kartu?

Geger! Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dibekukan, Anak Usaha Antam Buka Kartu?

55 NEWS – Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menghentikan sementara operasional tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, berbuntut panjang. PT Gag Nikel, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), menyatakan sikap menghormati dan menerima keputusan tersebut, sembari menegaskan komitmen terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan.

COLLABMEDIANET

Arya Arditya, Plt Presiden Direktur PT Gag Nikel, dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id, Kamis (5/6/2025), menyatakan kesiapan perusahaan untuk memberikan seluruh dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses verifikasi lapangan oleh Kementerian ESDM. "Gag Nikel telah memiliki seluruh perizinan operasi dan menjalankan operasional keberlanjutan sesuai dengan prinsip Good Mining Practices. Kami siap menyampaikan segala dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses konfirmasi ke pihak Kementerian ESDM," tegas Arya.

 Geger! Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dibekukan, Anak Usaha Antam Buka Kartu?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Arya menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, terutama yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia juga mengklarifikasi bahwa wilayah operasional Gag Nikel berada di luar kawasan konservasi maupun Geopark UNESCO.

Arya juga menegaskan bahwa izin operasional yang dimiliki Gag Nikel termasuk dalam Kawasan Penambangan Raja Ampat sesuai tata ruang daerah. "Gag Nikel juga telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan untuk mengawasi dan monitoring jalannya operasional tambang," imbuhnya.

Sejak memperoleh izin operasi produksi pada tahun 2017 dan memulai operasional di tahun 2018, Gag Nikel telah menjalankan berbagai program keberlanjutan. Di antaranya adalah rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah dilakukan sejak 2018 hingga Desember 2024. "Kami telah merehabilitasi 666,6 hektare DAS, dengan 231,1 hektare tanaman berhasil tumbuh dan sudah serahkan, 150 hektare dalam proses penilaian, dan 285 hektare dalam proses perawatan (P2)," jelas Arya.

Selain itu, perusahaan juga telah mereklamasi area tambang seluas 136,72 hektare (per April 2025), dengan menanam lebih dari 350.000 pohon, termasuk 70.000 pohon endemik dan lokal, untuk mempercepat pemulihan ekosistem.

Gag Nikel juga melakukan konservasi terumbu karang melalui program transplantasi terumbu karang seluas 1.000 m² di kawasan pesisir Raja Ampat. Program ini diawasi secara triwulanan oleh tim internal dan dievaluasi tahunan bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, sebagai bentuk sinergi antara industri dan akademisi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar