55 NEWS – Jakarta – Menjelang perayaan Idulfitri 2026, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, melontarkan ultimatum tegas yang berpotensi mengguncang industri daging nasional. Ia mengancam akan mencabut izin impor bagi pelaku usaha, baik importir maupun feedloter, yang terbukti memicu kenaikan harga daging sapi di pasaran selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Related Post
Langkah drastis ini diambil sebagai respons terhadap potensi gejolak harga komoditas strategis tersebut. Amran menegaskan bahwa pemerintah telah memerintahkan seluruh importir untuk segera melepas stok daging yang mereka miliki ke pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (18/3/2026), Amran tidak segan-segan melontarkan peringatan keras. "Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi," tegas Amran, dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, "Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya."
Penilaian Mentan Amran menunjukkan bahwa akar masalah gejolak harga bukan terletak pada kapasitas produksi atau ketersediaan pasokan, melainkan adanya ‘permainan’ harga di tingkat distribusi. Oleh karena itu, sorotan tajam juga diarahkan kepada peran pedagang perantara atau middleman yang diduga mengambil keuntungan berlebihan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.
Ancaman pencabutan izin ini menjadi sinyal kuat dari pemerintah bahwa praktik spekulasi dan penimbunan yang berpotensi merugikan stabilitas ekonomi rumah tangga tidak akan ditoleransi. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan memastikan ketersediaan daging sapi dengan harga yang wajar bagi masyarakat luas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar