55 NEWS – Jakarta – Sebuah klaim mengejutkan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengguncang lanskap pertanian nasional. Ia menyatakan bahwa kualitas tanah di Merauke, Papua Selatan, memiliki keunggulan signifikan dibandingkan dengan tanah di Australia untuk pengembangan sektor pertanian modern. Pernyataan ini membuka babak baru dalam visi Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dan mengukuhkan posisinya di kancah global.

Related Post
Pengakuan ini, menurut Airlangga, bukan sekadar retorika politik, melainkan didukung oleh konsensus dari para peneliti dan pakar pertanian terkemuka asal Australia sendiri. Keunggulan geologis ini dipandang sebagai fondasi krusial bagi ambisi Indonesia untuk mewujudkan kawasan food estate berbasis pertanian modern di Merauke. Salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus utama adalah tebu, yang tidak hanya berpotensi sebagai sumber gula, tetapi juga bahan baku vital untuk produksi etanol.

Dalam paparannya di Menara Kadin, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026), Menko Airlangga menegaskan urgensi adopsi ‘modern farming’ sebagai tulang punggung proyek food estate. "Pengembangan food estate menuntut kita untuk mendorong modern farming. Tentu, berbagai tantangan akan muncul. Di Merauke, salah satu fokus utamanya adalah pengembangan tebu dan etanol," jelasnya, menggarisbawahi kompleksitas namun potensi besar dari inisiatif ini.
Lebih lanjut, Airlangga memaparkan bahwa para ahli dari Negeri Kanguru secara eksplisit mengakui superioritas tanah Merauke. Mereka berkeyakinan, dengan penerapan metode budidaya yang identik, tanah Merauke berpotensi menghasilkan tingkat produktivitas yang jauh melampaui apa yang bisa dicapai di Australia. Ini menjadi indikator kuat bahwa Merauke bukan hanya sekadar alternatif, melainkan calon pemain utama dalam produksi pangan dan energi terbarukan.
Keyakinan para pakar ini semakin menguat mengingat tebu diyakini sebagai tanaman indigenous atau asli Papua, memberikan keuntungan adaptasi dan keberlanjutan. "Para ahli dari Australia sangat percaya bahwa Merauke memiliki kapasitas untuk bertransformasi menjadi lumbung pertanian global, terutama dengan potensi tebu sebagai tanaman asli Papua," pungkas Airlangga, menyoroti visi jangka panjang yang ambisius untuk ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar