Geger Pasar! IHSG Ambles, KRAS Melambung Tinggi: Analis Ungkap ‘Turnaround Story’ yang Bikin Investor Berburu Saham Baja Ini!

55 NEWS – Di tengah gejolak pasar modal yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) justru menunjukkan pergerakan yang kontras dan menarik perhatian investor. Pada perdagangan Senin, 2 April 2026, IHSG tercatat melemah 37,35 poin atau 0,53 persen, menutup sesi di level 6.989,43. Namun, di saat mayoritas sektor industri terkapar, saham emiten baja ini malah perkasa, memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar.

COLLABMEDIANET

Fenomena ini sontak menjadi sorotan. Analis pasar modal, Riska Afriani, yang dihubungi 55tv.co.id di Jakarta pada Selasa (7/4/2026), menjelaskan bahwa dalam kondisi pasar yang penuh tekanan, investor cenderung lebih selektif dalam memilih saham. "Ketika pasar bergejolak, investor akan mencari saham yang dinilai memiliki daya tarik dan fundamental yang kuat. KRAS menjadi salah satu pilihan menarik," ujar Riska.

Geger Pasar! IHSG Ambles, KRAS Melambung Tinggi: Analis Ungkap 'Turnaround Story' yang Bikin Investor Berburu Saham Baja Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Riska menambahkan, penguatan KRAS semakin menonjol mengingat pelemahan IHSG pada periode tersebut bersifat menyeluruh dan dipicu oleh sentimen global yang kompleks. Ketidakpastian geopolitik, lonjakan harga minyak mentah dunia, serta pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS turut memperkeruh suasana. Bahkan, ia mengamati adanya aksi jual pada saham-saham unggulan atau blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45, mengindikasikan adanya kekhawatiran signifikan di kalangan investor yang berujung pada potensi panic selling.

Pergerakan KRAS, menurut Riska, memang menunjukkan dinamika yang berbeda dari tren pasar. Terlebih, sektor industri secara keseluruhan mencatatkan penurunan signifikan sebesar 2,23% pada penutupan perdagangan minggu sebelumnya. Ini semakin menegaskan bahwa ada faktor khusus yang mendorong kinerja positif saham baja tersebut di tengah badai.

Riska meyakini bahwa penguatan saham KRAS mencerminkan adanya minat beli yang lebih terarah dari investor. Mereka mulai melihat potensi jangka menengah hingga panjang yang muncul dari proses transformasi internal yang sedang dijalankan perusahaan. Dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham dengan karakteristik turnaround story – kisah kebangkitan dari keterpurukan menuju kinerja positif – seperti KRAS, seringkali menjadi magnet bagi investor yang mencari peluang di luar pergerakan pasar secara umum.

"Kenaikan KRAS ini tidak lepas dari perbaikan fundamental perusahaan. Kinerja KRAS yang membaik terlihat jelas dari laporan laba yang signifikan," jelas Riska. Ia menyoroti perubahan drastis dari kerugian sebesar Rp2,8 triliun pada tahun 2024 menjadi keuntungan fantastis Rp5,7 triliun yang diproyeksikan pada tahun 2026. Angka ini menjadi indikator kuat kepercayaan investor terhadap prospek masa depan KRAS, menjadikannya pilihan menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar