Geger Pasar Modal! Sinyal ‘Bom’ Ekonomi Prabowo: Demutualisasi BEI dan Roadshow Global Siap Guncang Bursa? Investor Wajib Tahu Timeline Krusial Ini!

Geger Pasar Modal! Sinyal 'Bom' Ekonomi Prabowo: Demutualisasi BEI dan Roadshow Global Siap Guncang Bursa? Investor Wajib Tahu Timeline Krusial Ini!

55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengirimkan sinyal kuat yang mengindikasikan pergeseran paradigma fundamental terhadap peran pasar modal Indonesia. Bukan lagi sekadar pelengkap, instrumen keuangan ini kini diposisikan sebagai pilar strategis dalam arsitektur pembangunan ekonomi nasional. Pernyataan ini sontak menarik perhatian pelaku pasar dan analis, memicu spekulasi tentang arah kebijakan ekonomi ke depan.

COLLABMEDIANET

Hendra Wardana, seorang pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, menyoroti pernyataan Presiden yang menyinggung percepatan demutualisasi bursa, reformasi tata kelola, dan rencana roadshow internasional. Menurut Hendra, langkah-langkah ini menunjukkan kesadaran pemerintah bahwa daya tarik arus modal global tidak semata-mata bergantung pada angka pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas institusi pasar menjadi fondasi utama untuk memikat investor asing.

Geger Pasar Modal! Sinyal 'Bom' Ekonomi Prabowo: Demutualisasi BEI dan Roadshow Global Siap Guncang Bursa? Investor Wajib Tahu Timeline Krusial Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, Hendra mengingatkan para pelaku pasar agar tidak terjebak dalam euforia retorika semata. Dalam arena pasar saham, terutama bagi investor global, eksekusi dan implementasi adalah kunci. Secara teoretis, demutualisasi bursa diharapkan mampu memperkuat independensi, meningkatkan profesionalisme, dan mendorong efisiensi operasional melalui modernisasi struktur kepemilikan dan pengawasan.

"Pasar akan sangat menantikan kejelasan mengenai lini masa (timeline), regulasi turunan, serta bagaimana implementasi demutualisasi ini benar-benar mampu memperkuat tata kelola (governance), bukan sekadar perubahan administratif. Reformasi tata kelola juga harus menyentuh isu-isu konkret seperti transparansi transaksi, perlindungan investor minoritas, konsistensi penegakan hukum, dan kepastian regulasi," tegas Hendra, Selasa (17/2/2026).

Lebih lanjut, Hendra juga menyoroti pentingnya rencana roadshow internasional yang akan melibatkan Danantara dan berbagai pemangku kepentingan. Di tengah sengitnya persaingan antar pasar negara berkembang (emerging markets), Indonesia dituntut untuk proaktif dalam mengkomunikasikan narasi ekonominya secara langsung kepada komunitas investor global.

Roadshow ini, menurut Hendra, bukan sekadar ajang promosi. Ini adalah platform krusial untuk membangun kredibilitas fiskal, menunjukkan stabilitas makroekonomi, dan memaparkan arah kebijakan jangka panjang. Apabila komunikasi ini dilakukan secara konsisten dan didukung oleh data yang solid, potensi penurunan risk premium Indonesia, peningkatan daya saing cost of fund, dan rerating valuasi saham menjadi sangat mungkin terjadi.

"Ke depan, saya memproyeksikan sentimen pasar akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi antara janji dan realisasi. Pasar akan memberikan apresiasi yang signifikan jika ada langkah-langkah konkret, misalnya percepatan reformasi regulasi, penguatan lembaga pengawas, dan perbaikan transparansi yang dapat diukur secara nyata," papar Hendra.

Sebaliknya, jika inisiatif ini hanya berhenti pada tataran wacana, dampaknya diperkirakan hanya bersifat jangka pendek dan rentan terkoreksi. Secara fundamental, arah kebijakan yang disampaikan Presiden sudah berada di jalur yang tepat. "Tantangannya terletak pada implementasi. Di pasar modal, kredibilitas tidak dibangun oleh pidato, melainkan oleh konsistensi kebijakan dan bukti nyata di lapangan," pungkasnya.

Pemerintah saat ini tengah mengarahkan agar proses perubahan bentuk badan hukum atau demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilaksanakan secara bertahap. Skema yang didorong pemerintah adalah melalui private placement sebagai langkah awal, sebelum beranjak ke tahap penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar