Geger Pasar! Unilever Indonesia Lepas Aset Ikonik Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum: Terkuak Strategi Besar di Balik Penjualan Teh Legendaris Sariwangi! Apa Implikasinya bagi Investor dan Konsumen?

Geger Pasar! Unilever Indonesia Lepas Aset Ikonik Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum: Terkuak Strategi Besar di Balik Penjualan Teh Legendaris Sariwangi! Apa Implikasinya bagi Investor dan Konsumen?

55 NEWS – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membuat gebrakan signifikan di pasar dengan mengumumkan penjualan bisnis teh legendaris Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, entitas terafiliasi Grup Djarum, senilai fantastis Rp1,5 triliun. Langkah strategis ini, yang ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA), menandai babak baru bagi kedua konglomerat dan industri minuman di Tanah Air.

COLLABMEDIANET

Menurut informasi yang dihimpun 55tv.co.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/1/2026), Corporate Secretary Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa BTA telah ditandatangani pada 6 Januari 2026. Pembeli, PT Savoria Kreasi Rasa, dipastikan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Unilever Indonesia. Penyelesaian transaksi akusisi ini direncanakan rampung pada 2 Maret 2026, atau sesuai kesepakatan tertulis antara perseroan dan pihak pembeli.

Geger Pasar! Unilever Indonesia Lepas Aset Ikonik Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum: Terkuak Strategi Besar di Balik Penjualan Teh Legendaris Sariwangi! Apa Implikasinya bagi Investor dan Konsumen?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Nilai transaksi yang disepakati, yakni Rp1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah), tidak termasuk pajak yang berlaku. Angka ini mendekati hasil penilaian independen yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan, yang menetapkan nilai pasar bisnis Sariwangi sebesar Rp1.488.228.000.000. Yang menarik, nilai penjualan ini setara dengan 45% dari ekuitas perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Unilever Indonesia per 30 September 2025, menunjukkan skala dan dampak signifikan dari divestasi ini terhadap struktur keuangan UNVR.

Aspek legal transaksi ini diatur oleh hukum Republik Indonesia, dengan penyelesaian sengketa, jika ada, akan dilakukan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre (SIAC). Bagi Unilever Indonesia, divestasi ini bisa diinterpretasikan sebagai langkah strategis untuk merampingkan portofolio, fokus pada bisnis inti yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi, atau mengoptimalkan alokasi modal. Di sisi lain, akuisisi oleh Grup Djarum melalui PT Savoria Kreasi Rasa menunjukkan ambisi grup konglomerat tersebut untuk memperluas jejaknya di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), khususnya di kategori minuman teh yang memiliki pangsa pasar besar dan loyalitas konsumen kuat di Indonesia. Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan di pasar teh kemasan, memberikan Djarum merek yang sudah mapan dan infrastruktur distribusi yang mungkin akan mereka integrasikan dengan ekosistem bisnis mereka.

Para analis pasar dan investor akan mencermati bagaimana dana hasil penjualan ini akan dimanfaatkan oleh Unilever Indonesia, apakah untuk ekspansi, pembayaran dividen, atau pelunasan utang. Sementara itu, Grup Djarum kini memegang kendali atas salah satu merek teh paling ikonik di Indonesia, membuka peluang baru untuk inovasi dan dominasi pasar. Transaksi ini bukan sekadar jual beli aset, melainkan sebuah manuver strategis yang akan membentuk lanskap bisnis FMCG di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar