55 NEWS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kembali menjadi sorotan publik setelah secara gamblang memaparkan pandangannya mengenai lanskap perekonomian nasional. Di tengah gejolak global dan riuhnya perdebatan di ranah publik, organisasi para pengusaha muda ini menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh dan berada dalam kendali yang stabil, menepis kekhawatiran yang berlebihan.

Related Post
Anthony Leong, yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD, angkat bicara. Ia secara tegas menepis narasi yang menggambarkan potensi ‘kekacauan’ atau ‘chaos’ di Indonesia. Menurutnya, gambaran tersebut jauh dari kenyataan dan berpotensi memanipulasi opini publik.

"Kami menyaksikan sendiri, denyut nadi ekonomi bergerak normal. Pusat-pusat perbelanjaan dan pasar hidup, rantai distribusi logistik berjalan tanpa hambatan, dan para pelaku usaha terus berinovasi serta beroperasi dengan optimal. Oleh karena itu, narasi tentang ‘chaos’ sama sekali tidak selaras dengan realitas yang kami alami," tegas Anthony, dalam pernyataannya pada Senin (13/4/2026), seperti yang dikutip oleh 55tv.co.id.
Lebih lanjut, Anthony menggarisbawahi sejumlah indikator makro dan mikro yang menunjukkan stabilitas relatif. Daya beli masyarakat tetap solid, harga komoditas pangan esensial berada dalam kontrol yang ketat, dan intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi, khususnya bahan bakar bersubsidi, telah menciptakan iklim kepastian yang krusial bagi sektor usaha.
"Dalam konteks ekonomi riil, dua faktor paling vital adalah stabilitas harga dan kepastian regulasi. Kedua elemen ini, syukurlah, saat ini terpenuhi. Subsidi BBM tetap dipertahankan, dan laju inflasi berhasil dikendalikan pada tingkat yang wajar. Kondisi ini menjadi katalisator penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan dunia usaha," pungkas Anthony, seperti yang dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar