55 NEWS – Rencana ambisius pemerintah untuk mengakselerasi program hilirisasi komoditas strategis, khususnya melalui proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai alternatif Liquified Petroleum Gas (LPG), menghadapi penundaan tak terduga. Proyek yang digadang-gadang sebagai tulang punggung kemandirian energi nasional ini batal mengikuti seremoni peletakan batu pertama bersama 18 proyek hilirisasi lainnya yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2026. Keputusan ini sontak memicu pertanyaan di kalangan pengamat ekonomi dan pelaku industri mengenai kesiapan infrastruktur serta teknologi di balik ambisi besar tersebut.

Related Post
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini bukanlah bentuk pembatalan, melainkan langkah strategis yang diambil untuk memastikan proyek berjalan optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Menurut Dony, proyek DME memang termasuk dalam daftar prioritas pemerintah, namun untuk fase awal implementasi, diperlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif. "Berkaitan dengan DME, betul tadi kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail, kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif," ujar Dony saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026).

Dony menekankan vitalnya pemilihan teknologi yang tepat agar produk gasifikasi yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional. "Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserapi oleh pasar," tambahnya, menggarisbawahi kehati-hatian dalam investasi berskala besar ini demi menghindari risiko kerugian dan memastikan proyek memberikan nilai ekonomi maksimal bagi negara. Keputusan ini mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola proyek infrastruktur strategis yang melibatkan anggaran triliunan rupiah.
Meskipun demikian, Dony memastikan bahwa proyek DME akan tetap berjalan sesuai rencana. Pihaknya menargetkan pematangan konsep proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, bahkan ia optimis bisa rampung dalam satu bulan. Setelah konsep matang dan semua aspek teknis serta ekonomis terverifikasi, seremoni groundbreaking akan segera diumumkan. "InsyaAllah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," kata Dony. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah ditunjuk sebagai operator utama dalam proyek hilirisasi strategis ini, menunjukkan sinergi kuat antara BUMN dan inisiatif pemerintah dalam mencapai target ketahanan energi.
Penundaan ini juga tidak lepas dari pengalaman masa lalu yang menjadi pelajaran berharga. Dony mengungkapkan bahwa proyek gasifikasi batu bara sebelumnya pernah dikerjakan, namun terhenti di tengah jalan setelah investor asal Amerika Serikat, Air Product, menarik diri. Pengalaman pahit ini menegaskan urgensi pematangan konsep yang komprehensif dan mitigasi risiko yang matang sebelum melangkah ke tahap implementasi. Dengan demikian, proyek DME kali ini diharapkan dapat berjalan lancar, efisien, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi serta stabilitas perekonomian nasional, tanpa mengulangi kesalahan serupa.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar