55 NEWS – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) gencar mendorong digitalisasi di pasar tradisional. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem transaksi yang lebih efisien dan aman bagi pedagang serta pembeli.

Related Post
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa digitalisasi transaksi mampu menekan angka kriminalitas seperti pencopetan. Ia juga menyoroti peningkatan signifikan penggunaan QRIS di 20 pasar tradisional, mencapai 47% hanya dalam kurun waktu sebulan.

"Digitalisasi ini bukan hanya soal kemudahan, tapi juga keamanan. Copet dan premanisme akan kehilangan lahan. Pasar Tanah Abang sebagai pusat perdagangan ASEAN pun bisa kembali bergairah," ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (21/08/2025). Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang membuahkan hasil positif, termasuk peningkatan NPWP pedagang dan lonjakan transaksi e-commerce lebih dari 40%.
Pramono menambahkan, kontribusi Jakarta terhadap GDP nasional mencapai 16,61% dengan pertumbuhan 5,18%, melampaui rata-rata nasional. Digitalisasi menjadi salah satu faktor kunci pendorong pertumbuhan ekonomi di Ibukota.
"Digitalisasi tak terhindarkan. Namun, tanpa literasi yang masif dan persaingan yang sehat antar lembaga keuangan, lompatan kemajuan sulit dicapai. Lomba Digitalisasi Pasar menjadi momentum penting untuk mengakselerasi adopsi teknologi di kalangan pedagang," imbuhnya.
Bank Jakarta menyambut baik inisiatif digitalisasi pasar tradisional. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta menuju kota global yang berbudaya.
"Digitalisasi pasar tradisional bukan hanya tentang QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi UMKM ke sistem keuangan formal. Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan," tegas Agus.
Kepala Pasar Mayestik, Dewi Ratna Furi, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bank Jakarta dalam Lomba Digitalisasi Pasar adalah langkah strategis untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan dan berdaya saing di era digital.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar