55 NEWS – Jakarta – Sektor perikanan tangkap nasional diproyeksikan menghadapi tantangan signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi mengumumkan prediksi penurunan produksi yang dipicu oleh pola musim dan kondisi cuaca ekstrem yang tidak bersahabat, berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Related Post
Ady Candra, Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, dalam konferensi pers yang digelar Kamis (19/2/2026), memaparkan bahwa estimasi produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan hanya menyentuh angka 7,3 juta ton. Angka ini, menurut Ady, merupakan penurunan yang cukup terasa dibandingkan volume tangkapan pada periode normal, sebuah konsekuensi langsung dari siklus musim tahunan yang tidak menguntungkan.

Ady menjelaskan lebih lanjut, awal tahun merupakan periode di mana Indonesia memasuki musim barat. Musim ini secara karakteristik ditandai dengan intensitas curah hujan yang tinggi, hembusan angin yang kencang, serta formasi gelombang laut yang signifikan. Kondisi meteorologis dan oseanografis yang demikian secara langsung menghambat operasional melaut para nelayan, sehingga mengganggu proses penangkapan ikan secara keseluruhan. Aktivitas melaut yang terganggu ini tidak hanya mengurangi hasil tangkapan, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi para nelayan.
Kendati demikian, Ady Candra menekankan bahwa fenomena ini bukanlah anomali, melainkan pola musiman yang rutin terjadi setiap tahun. KKP memproyeksikan adanya pemulihan bertahap pada volume produksi mulai awal Maret, seiring dengan perbaikan kondisi cuaca. Peningkatan signifikan bahkan diantisipasi menjelang perayaan Idul Fitri, di mana permintaan pasar biasanya melonjak, dan nelayan dapat kembali beroperasi dengan lebih optimal.
Penurunan produksi ini tentu saja berpotensi memicu gejolak harga di tingkat konsumen, mengingat pasokan yang berkurang di tengah permintaan yang relatif stabil. Para pelaku pasar dan konsumen diharapkan dapat mengantisipasi fluktuasi ini, sementara pemerintah melalui KKP terus memantau dan menyiapkan strategi mitigasi untuk menjaga stabilitas pangan hewani, khususnya ikan, di pasar domestik. Kondisi ini juga menyoroti urgensi diversifikasi sumber pangan laut dan pengembangan perikanan budidaya sebagai penopang ketahanan pangan nasional di masa-masa cuaca ekstrem.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar