Guncang Ekonomi Global! Trump Nekat Naikkan Tarif Impor AS Jadi 15% Pasca Putusan MA, Siap-siap Gelombang Proteksionisme Baru?

Guncang Ekonomi Global! Trump Nekat Naikkan Tarif Impor AS Jadi 15% Pasca Putusan MA, Siap-siap Gelombang Proteksionisme Baru?

55 NEWS – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan yang berpotensi mengguncang lanskap perdagangan global. Dalam sebuah pengumuman mengejutkan, Trump menyatakan niatnya untuk mengerek tarif dagang global yang dikenakan pada barang impor ke AS hingga mencapai 15 persen. Kebijakan proteksionisme ini muncul menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan pemberlakuan tarif darurat, sebuah langkah yang telah berlaku sejak tahun 2025.

COLLABMEDIANET

Deklarasi ambisius ini bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, ketika Trump awalnya mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan memberlakukan bea masuk sebesar 10 persen sebagai pengganti tarif yang dibatalkan oleh pengadilan. Namun, hanya berselang satu hari, pada Sabtu (21/2/2026), melalui platform media sosial Truth Social miliknya, ia secara dramatis mengumumkan peningkatan tarif tersebut hingga mencapai batas maksimal 15 persen. Angka ini merupakan persentase tertinggi yang diizinkan oleh undang-undang perdagangan yang selama ini jarang atau bahkan belum pernah dimanfaatkan.

Guncang Ekonomi Global! Trump Nekat Naikkan Tarif Impor AS Jadi 15% Pasca Putusan MA, Siap-siap Gelombang Proteksionisme Baru?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Regulasi perdagangan yang menjadi dasar kebijakan ini memungkinkan penerapan tarif baru selama kurang lebih lima bulan sebelum pemerintah diwajibkan untuk mencari persetujuan resmi dari Kongres. Informasi krusial ini, yang berpotensi memicu gejolak di pasar global, pertama kali dilaporkan oleh BBC pada Minggu (22/2/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Sebelumnya, Trump telah menjadwalkan pemberlakuan tarif 10 persen pada Selasa, 24 Februari 2026. Namun, hingga saat artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah kenaikan tarif drastis menjadi 15 persen akan diimplementasikan pada tanggal yang sama. Ketidakpastian ini menyisakan pertanyaan besar bagi pelaku usaha, investor, dan pasar internasional mengenai waktu pasti dan dampak riil dari kebijakan perdagangan yang agresif ini. Analis ekonomi memprediksi langkah ini akan memicu respons dari negara-negara mitra dagang AS dan berpotensi memicu perang dagang baru yang merugikan semua pihak.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar