Guncangan Global Menerpa, Rupiah Terancam Terjun Bebas? BI Bongkar Strategi ‘Jurus Pamungkas’ untuk Selamatkan Nilai Tukar!

Guncangan Global Menerpa, Rupiah Terancam Terjun Bebas? BI Bongkar Strategi 'Jurus Pamungkas' untuk Selamatkan Nilai Tukar!

55 NEWS – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk membentengi stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global. Sentimen ‘risk-off’ yang kian menguat, dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah, telah mendorong arus modal global bergeser menuju aset-aset ‘safe haven’, memberikan tekanan signifikan pada mata uang Garuda.

COLLABMEDIANET

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, menyatakan bahwa otoritas moneter terus mencermati dinamika pasar dengan seksama. Tujuannya adalah memastikan pergerakan Rupiah tetap selaras dengan fundamental ekonominya, bukan semata-mata terombang-ambing oleh sentimen sesaat.

Guncangan Global Menerpa, Rupiah Terancam Terjun Bebas? BI Bongkar Strategi 'Jurus Pamungkas' untuk Selamatkan Nilai Tukar!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk meredam potensi volatilitas yang berlebihan, BI memastikan kehadirannya di pasar melalui serangkaian instrumen intervensi. "Kami akan terus aktif di pasar, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar valuta asing global, maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik," jelas Erwin dalam pernyataan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Senin (2/3/2026).

Lebih lanjut, BI tidak hanya mengandalkan intervensi langsung. Otoritas moneter juga berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan seluruh perangkat kebijakan moneter yang ada, demi memperkuat efektivitas transmisi suku bunga di tengah lanskap ketidakpastian global yang masih membayangi. "Optimalisasi kebijakan ini krusial untuk memastikan transmisi suku bunga berjalan efektif," tambah Erwin.

Sebagai informasi, pergerakan Rupiah sepanjang pekan terakhir Februari 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan melemah, ditutup pada rentang Rp16.787 hingga Rp16.888 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang domestik ini tidak hanya bersumber dari dinamika geopolitik AS-Iran, tetapi juga diperparah oleh data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan sinyal ‘hawkish’ serta ancaman tarif perdagangan global. Proyeksi untuk pekan mendatang mengindikasikan Rupiah masih akan bergerak volatil, diperkirakan berada dalam kisaran Rp16.700-Rp16.900 per dolar AS.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar