55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kabar gembira terkait perkembangan harga beras di tanah air. Menurutnya, tren penurunan harga beras kini meluas dan telah dirasakan di 15 provinsi di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya, yang menunjukkan efektivitas upaya pemerintah dalam menstabilkan harga komoditas pangan utama ini.

Related Post
Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah telah berhasil mengendalikan lonjakan harga beras yang sempat meresahkan masyarakat. Penurunan harga ini terjadi baik pada beras medium maupun premium, mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali.

"Dua hari lalu, harga beras turun di 13 provinsi, dan kini meluas ke 15 provinsi. Saya optimistis harga akan semakin stabil dalam beberapa minggu ke depan, seiring penguatan distribusi beras Sistem Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," ungkap Mentan Amran dalam keterangan resminya, Minggu (24/08/2025).
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan daya beli konsumen. Saat ini, harga gabah di tingkat petani telah stabil di angka Rp6.500 per kg, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Angka ini mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya Rp5.500 per kg, memberikan angin segar bagi para petani. Pemerintah berharap dengan stabilnya harga gabah, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya, sekaligus memastikan pasokan beras tetap terjaga dan terjangkau bagi masyarakat luas. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga beras dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar