Harga Emas Meroket, Produksi Freeport Justru Anjlok? Ada Apa di 2026?

Harga Emas Meroket, Produksi Freeport Justru Anjlok? Ada Apa di 2026?

55 NEWS – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan penurunan drastis dalam produksi emas dan tembaga pada tahun 2026. Ironisnya, proyeksi ini muncul di tengah ekspektasi lonjakan harga emas dan tembaga global.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa volume penjualan tembaga diperkirakan hanya mencapai 478 ribu ton, jauh di bawah target awal 703 ribu ton. Ini berarti penurunan produksi tembaga sekitar 32% dari rencana semula.

 Harga Emas Meroket, Produksi Freeport Justru Anjlok? Ada Apa di 2026?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penurunan yang lebih signifikan diperkirakan terjadi pada produksi emas. Dari target awal 45 ton, proyeksi terbaru menunjukkan penjualan hanya 26 ton, atau sekitar 57% dari target. Penurunan ini mencapai 43%.

"Sementara untuk emas, dari rencana kita 45 ton, ini RKAB yang baru tahun 2026 hanya memproduksi 26 ton, ini semua akan dikonsumsi oleh PT Antam, tidak ada rencana untuk mengekspor emas," jelas Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (24/11/2025).

Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena harga emas dan tembaga diperkirakan akan melonjak tajam pada tahun 2026. Harga emas diproyeksikan menembus USD4.000 per ounce, naik signifikan dari proyeksi awal USD1.900 per ounce. Sementara harga tembaga global diperkirakan mencapai USD4,75 per pon, lebih tinggi dari target sebelumnya USD3,75 per pon. Penurunan produksi di tengah kenaikan harga memunculkan pertanyaan tentang strategi PTFI dan dampaknya terhadap pendapatan negara. Analis pasar menduga faktor teknis dan operasional menjadi penyebab utama penurunan produksi ini. 55tv.co.id sedang berusaha mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak PTFI terkait penyebab pasti dan langkah-langkah mitigasi yang akan diambil.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar