Harga Pangan Nasional ‘Terjun Payung’ Jelang Tahun Baru: Konsumen Bersorak, Petani Menjerit? Analisis Ekonomi Terkini!

Harga Pangan Nasional 'Terjun Payung' Jelang Tahun Baru: Konsumen Bersorak, Petani Menjerit? Analisis Ekonomi Terkini!

55 NEWS – Menjelang penghujung tahun 2025, sebuah fenomena menarik tengah menyelimuti pasar pangan nasional. Data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Senin (29/12/2025) menunjukkan tren yang cukup mengejutkan: mayoritas harga komoditas pangan strategis terpantau mengalami penurunan signifikan. Ini menjadi kabar baik bagi konsumen, namun memunculkan pertanyaan tentang dinamika pasokan dan permintaan di tingkat produsen.

COLLABMEDIANET

Komoditas bawang menjadi salah satu yang paling awal menunjukkan sinyal pelandaian harga. Bawang merah, misalnya, terkoreksi 6,84 persen, kini berada di level Rp49.050 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga ikut melandai sebesar 2,37 persen, diperdagangkan di kisaran Rp39.150 per kilogram, seperti dilaporkan oleh 55tv.co.id.

Harga Pangan Nasional 'Terjun Payung' Jelang Tahun Baru: Konsumen Bersorak, Petani Menjerit? Analisis Ekonomi Terkini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sektor perberasan juga tak luput dari tren penurunan ini. Berbagai kualitas beras kompak menunjukkan koreksi harga. Beras kualitas bawah I anjlok 5,9 persen menjadi Rp13.550 per kilogram, diikuti beras kualitas bawah II yang merosot 3,83 persen ke angka Rp13.800 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, baik medium I maupun medium II, masing-masing turun 1,26 persen (Rp15.700/kg) dan 6,96 persen (Rp14.700/kg). Bahkan beras kualitas premium pun tak mampu menahan diri, dengan beras super I turun 3,51 persen (Rp16.500/kg) dan super II melandai 4,5 persen (Rp15.900/kg).

Lonjakan harga cabai yang kerap menjadi momok inflasi kini berbalik arah. Cabai merah besar mengalami penurunan paling signifikan, yakni 16,76 persen, kini dibanderol Rp43.450 per kilogram. Cabai merah keriting juga terkoreksi 4,81 persen menjadi Rp53.400 per kilogram. Tak hanya itu, cabai rawit hijau terjun bebas 18,87 persen ke level Rp50.300 per kilogram, dan cabai rawit merah pun melandai 12,32 persen menjadi Rp64.750 per kilogram.

Komoditas hewani dan pemanis juga ikut meramaikan tren penurunan ini. Daging ayam ras segar turun 5,17 persen, kini di harga Rp39.450 per kilogram. Daging sapi, baik kualitas I maupun kualitas II, juga menunjukkan pelemahan harga, masing-masing turun 4,51 persen (Rp135.450/kg) dan 3,02 persen (Rp129.900/kg). Bahkan gula pasir premium yang harganya cenderung stabil, kini terkoreksi tipis 0,51 persen menjadi Rp19.650 per kilogram.

Fenomena penurunan harga massal ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen, terutama menjelang perayaan akhir tahun yang biasanya memicu kenaikan harga. Stabilitas atau bahkan penurunan harga pangan dapat berkontribusi signifikan terhadap terkendalinya inflasi nasional, menjaga daya beli masyarakat. Namun, bagi para petani dan peternak, tren ini bisa menjadi tantangan tersendiri, berpotensi menekan margin keuntungan mereka. Analis ekonomi dari 55tv.co.id mengindikasikan bahwa penurunan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kombinasi faktor, mulai dari pasokan yang cukup stabil dari hasil panen, efisiensi distribusi, hingga potensi moderasi permintaan setelah periode puncak. Meskipun ada beberapa komoditas yang mungkin mengalami kenaikan, data PIHPS secara jelas menunjukkan bahwa mayoritas pasar bergerak ke arah yang lebih ramah kantong konsumen.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar