55 NEWS – Pasar komoditas emas kembali menunjukkan dinamika menarik di penghujung pekan ini. Para investor dan masyarakat yang memantau pergerakan harga logam mulia di Pegadaian disuguhkan dengan lonjakan signifikan pada harga emas Galeri24 dan UBS. Kenaikan ini terjadi secara kompak, menandakan adanya sentimen positif yang kuat di pasar, atau setidaknya respons terhadap faktor-faktor ekonomi yang sedang berlangsung.

Related Post
Berdasarkan pantauan 55tv.co.id dari laman resmi Pegadaian pada Minggu (8/2/2026), harga emas Galeri24 tercatat mencapai level Rp2.958.000 per gram. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar Rp12.000 dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang berada di Rp2.946.000 per gram. Lompatan ini cukup substansial, terutama bagi mereka yang melakukan transaksi dalam volume besar, dan tentu saja memicu spekulasi mengenai arah pergerakan harga emas ke depan.

Tak kalah agresif, produk emas UBS juga turut mengalami apresiasi harga yang patut dicermati. Hari ini, emas UBS dibanderol seharga Rp2.972.000 per gram, melonjak Rp11.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.961.000 per gram. Kenaikan serentak pada kedua jenis emas ini mengindikasikan tren pasar yang homogen, setidaknya untuk produk-produk yang ditawarkan melalui Pegadaian, dan bisa menjadi cerminan dari kondisi pasar global.
Menariknya, informasi mengenai harga emas Antam tidak ditampilkan pada laman Pegadaian hari ini, menyisakan Galeri24 dan UBS sebagai fokus utama pergerakan harga. Sebagai informasi tambahan bagi calon investor, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai denominasi mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, memberikan fleksibilitas bagi berbagai skala investasi, baik untuk tabungan jangka panjang maupun diversifikasi portofolio. Sementara itu, emas UBS ditawarkan dalam rentang kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, cocok bagi investor dengan modal yang lebih bervariasi.
Kompaknya kenaikan harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian ini tentu menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Apakah ini awal dari reli harga yang lebih panjang, didorong oleh ketidakpastian ekonomi global atau inflasi yang membayangi, atau hanya fluktuasi sesaat menjelang pekan kerja baru? Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga dan faktor-faktor ekonomi makro yang dapat memengaruhi nilai logam mulia ini, serta mempertimbangkan strategi investasi yang matang.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar