55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin (23/6/2025), terperosok 1,70 persen atau setara 117,42 poin, dan parkir di level 6.789. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, seiring sentimen pasar yang tampak kurang bergairah.

Related Post
Total volume perdagangan tercatat mencapai 13,19 miliar saham, dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp7,53 triliun. Aktivitas perdagangan yang cukup ramai ini melibatkan 807.285 kali transaksi. Data menunjukkan bahwa tekanan jual mendominasi, dengan 538 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 124 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sebanyak 133 saham lainnya terpantau stagnan.

Hampir seluruh sektor mengalami tekanan. Sektor teknologi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan sebesar 2,79 persen, diikuti oleh sektor energi yang terkoreksi 2,10 persen. Sektor kesehatan juga tak luput dari tekanan, turun 1,57 persen, sementara sektor bahan baku merosot 1,39 persen. Sektor transportasi mengalami penurunan 0,51 persen, infrastruktur turun 1,86 persen, keuangan turun 1,00 persen, industri 1,96 persen, properti turun 2,72 persen, sektor siklikal turun 2,79 persen dan sektor non siklikal turun 2,16 persen.
Di tengah sentimen negatif, terdapat beberapa saham yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi top gainers. PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) memimpin dengan kenaikan 29,25 persen ke level Rp137, diikuti oleh PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) yang melonjak 25,00 persen ke Rp155, dan PT Master Print Tbk (PTMR) yang naik 22,50 persen ke Rp294.
Pergerakan IHSG pada sesi pertama ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Analis 55tv.co.id memperkirakan bahwa sentimen pasar global dan regional akan terus memengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan. Investor disarankan untuk tetap waspada dan cermat dalam mengambil keputusan investasi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar