55 NEWS – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan geliatnya dengan optimisme yang melingkupi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Analis memproyeksikan IHSG memiliki peluang kuat untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Setelah berhasil menembus level psikologis 8.690, perhatian investor kini tertuju pada rintangan krusial 8.742 yang jika terlampaui, akan membuka jalan bagi IHSG untuk melaju menuju target ambisius 8.877.

Related Post
Menurut analisis mendalam dari Ivan Rosanova, seorang pakar pasar modal dari Binaartha Sekuritas, momentum positif ini sangat bergantung pada kemampuan IHSG untuk menaklukkan level resistansi tersebut. "IHSG perlu menembus di atas level tersebut untuk membuka jalan melanjutkan tren naik sebelumnya menuju 8.877," jelas Ivan dalam riset terbarunya yang diterima 55tv.co.id pada Selasa (16/12/2025).

Ivan juga memaparkan peta jalan pergerakan IHSG dengan mengidentifikasi level-level kunci. Untuk support, investor dapat mencermati area 8.493, 8.361, dan 8.255. Sementara itu, level resistensi yang perlu dipantau ketat berada di 8.742, 8.877, dan 8.941.
Selain proyeksi IHSG, Ivan Rosanova turut memberikan rekomendasi strategis untuk beberapa saham perbankan berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Bagi pemegang saham BBCA, Ivan menyarankan untuk melakukan hold atau take profit sebagian. Target harga terdekat untuk saham ini dipatok di Rp 8.450. Proyeksi rebound BBCA sangat mungkin terjadi asalkan level support Fibonacci di Rp 7.800 dapat dipertahankan. Namun, ia mengingatkan, "ekstensi koreksi dapat terjadi jika BBCA menembus di bawah Rp 7.800 dengan target berikutnya di Rp 7.450."
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Senada dengan BBCA, rekomendasi hold atau take profit sebagian juga diberikan untuk BBRI, dengan target harga terdekat di Rp 3.830. Saham BBRI sendiri telah menunjukkan sinyal positif dengan rebound setelah menguji support Fibonacci di level Rp 3.580. "Saat ini BBRI diperkirakan mengawali pembalikan tren dengan target terdekat di Rp 3.830. Skenario bullish masih dapat berjalan selama support penting di Rp 3.490 tetap bertahan," imbuh Ivan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Berbeda dengan dua bank sebelumnya, Ivan merekomendasikan strategi buy on weakness untuk BBNI. Rentang harga ideal untuk akumulasi berada di Rp 4.030 hingga Rp 4.130, dengan target harga terdekat Rp 4.600. BBNI saat ini masih dalam fase koreksi wave (ii), bergerak menuju area support berdasarkan analisis Fibonacci retracement. Pembalikan tren diperkirakan akan terjadi setelah fase koreksi ini usai, terutama jika level Rp 4.030 mampu dipertahankan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar