55 NEWS – Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali dihebohkan dengan potensi investasi baru yang menjanjikan. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, baru-baru ini membeberkan hasil krusial dari pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan raksasa indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dari diskusi strategis yang dilakukan secara daring tersebut, Pandu mengisyaratkan adanya sejumlah emiten dengan saham-saham yang kini masuk radar investasi, siap menerima suntikan modal segar.

Related Post
Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa dalam lanskap investasi global, laporan MSCI kerap menjadi barometer utama bagi para pelaku pasar. Laporan ini seringkali mengidentifikasi aset-aset tertentu sebagai ‘uninvestable’ atau tidak layak investasi, sebuah label yang sangat mempengaruhi keputusan para investor institusional maupun ritel dalam menempatkan dananya.

"Kami mencari saham-saham yang menunjukkan ciri-ciri fundamental yang kokoh, likuiditas pasar yang prima, serta valuasi yang menarik didukung oleh arus kas yang sehat," tegas Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (2/2/2026). Kriteria ini menjadi kunci bagi Danantara dalam menyaring potensi investasi pasca-pertemuan dengan MSCI.
Meski demikian, Pandu mengingatkan investor untuk tidak gegabah. Ia menyoroti dinamika pergerakan pasar, merujuk pada daftar 20 saham teratas yang membukukan kenaikan signifikan, dan sebaliknya, 20 saham yang mengalami tekanan. "Fenomena ini memerlukan analisis yang cermat, karena tren serupa tidak hanya terjadi di bursa saham Tanah Air. Penting untuk melihat gambaran yang lebih luas, secara makro, bukan sekadar fokus pada level domestik saja," imbuhnya, menekankan pentingnya perspektif global dalam pengambilan keputusan investasi.
Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI ini diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global, terutama dengan identifikasi saham-saham potensial yang sebelumnya mungkin terlewatkan atau dianggap kurang menarik.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar