55 NEWS – Di tengah lautan merek dan jenis beras yang membanjiri pasar, konsumen seringkali dibuat pusing tujuh keliling. Label "premium" dengan harga selangit kerap kali menjadi magnet utama, seolah menjamin kualitas terbaik. Namun, benarkah demikian? Jangan buru-buru percaya!

Related Post
Pemerintah telah menetapkan rambu-rambu yang jelas untuk membedakan antara beras medium dan premium, tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 31 Tahun 2017 dan diperkuat oleh Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) No. 2 Tahun 2023. Memahami standar mutu ini adalah kunci utama agar dompet Anda aman dari penipuan dan mendapatkan beras yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Kenapa Standar Mutu Beras Itu Penting?
Ada beberapa alasan krusial mengapa kita wajib melek standar mutu beras:
- Benteng Anti-Tipu: Label "premium" tidak selalu menjamin kualitas nomor wahid. Dengan memahami standar mutu, Anda bisa memastikan beras yang dibeli sesuai dengan klaim yang dijanjikan.
- Jaminan Pangan Berkualitas: Standar mutu adalah garansi bahwa beras yang kita konsumsi aman dan layak. Ini sangat penting untuk kesehatan keluarga, mengingat beras adalah makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia.
- Dukungan untuk Petani Lokal: Dengan memilih beras yang memenuhi standar mutu, secara tidak langsung kita memberikan dukungan kepada petani lokal yang berjuang menghasilkan beras berkualitas.
Perbandingan Mutu Beras Medium vs. Premium: Bongkar Rahasianya!
Berikut adalah perbandingan mutu antara beras medium dan premium berdasarkan regulasi yang berlaku:
-
Derajat Sosoh (Minimal): Baik beras medium maupun premium wajib memiliki derajat sosoh minimal 95%. Derajat sosoh ini menunjukkan seberapa bersih beras dari kulit ari setelah proses penggilingan. Semakin tinggi derajat sosoh, semakin putih dan bersih penampilannya.
-
Kadar Air (Maksimal): Keduanya memiliki batas kadar air maksimal 14%. Kadar air sangat berpengaruh pada daya simpan beras. Semakin rendah kadar air, semakin lama beras bisa disimpan tanpa khawatir jamur atau bakteri.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar