55 NEWS – Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah merilis proyeksi krusial terkait pergerakan arus mudik Lebaran 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa separuh dari total kendaraan pemudik yang bertolak dari wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan membanjiri jalur timur, khususnya hingga ruas Tol Cipularang. Prediksi ini menempatkan koridor timur sebagai episentrum kepadatan lalu lintas terbesar selama periode mudik tahun ini, mengindikasikan tantangan signifikan bagi manajemen lalu lintas dan kenyamanan perjalanan.

Related Post
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa (10/3/2026), menjelaskan bahwa pergerakan jutaan kendaraan pemudik akan terdistribusi ke berbagai arah strategis. Namun, dominasi jalur timur tak terbantahkan dibandingkan rute lainnya. "Dari estimasi 3,5 juta kendaraan yang akan keluar dari Jakarta, distribusinya bervariasi. Sekitar 28 persen akan menuju arah Merak, sementara porsi terbesar, yakni 50 persen, akan mengarah ke timur hingga Cipularang. Sisanya, sekitar 20 persen, diproyeksikan menuju Bogor," papar Rivan, menggarisbawahi pola pergerakan yang telah dianalisis secara mendalam oleh timnya.

Rivan lebih lanjut menegaskan bahwa arus kendaraan yang mengarah ke timur akan menjadi prioritas utama dalam strategi pengelolaan lalu lintas selama periode krusial ini. Pasalnya, dari total volume kendaraan yang bergerak ke koridor tersebut, mayoritas akan melanjutkan perjalanan ke jaringan Tol Trans Jawa yang membentang luas. "Yang pasti menjadi fokus antisipasi kami adalah 50 persen kendaraan yang bergerak ke timur ini, karena akan terpecah lagi. Sekitar 57 persen di antaranya diprediksi akan melanjutkan perjalanan ke Tol Trans Jawa, sementara sisanya, sekitar 42 persen, akan menuju Cipularang," jelas Rivan. Ia menambahkan, "Kepadatan signifikan biasanya terjadi di kilometer 6,6, mengingat konsentrasi jumlah kendaraan yang jauh lebih besar di titik tersebut. Ini adalah area yang memerlukan perhatian ekstra dari para pemudik dan juga petugas di lapangan." Proyeksi ini menjadi panduan penting bagi para pemudik untuk merencanakan perjalanan mereka secara matang, sekaligus tantangan bagi operator jalan tol untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar