Jutaan Warga Siap ‘Serbu’ Kampung Halaman! Proyeksi Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis, Tapi Kemenhub Justru Tingkatkan Kewaspadaan: Apa Implikasinya bagi Ekonomi Nasional?

Jutaan Warga Siap 'Serbu' Kampung Halaman! Proyeksi Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis, Tapi Kemenhub Justru Tingkatkan Kewaspadaan: Apa Implikasinya bagi Ekonomi Nasional?

55 NEWS – Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan pergerakan masyarakat pada periode libur panjang Lebaran tahun 2026 akan mencapai angka fantastis, yakni sekitar 143,9 juta orang. Angka ini, meskipun sedikit menurun dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 154 juta orang, tetap menjadi sorotan utama pemerintah dan pelaku ekonomi. Penurunan sekitar 1,7 persen ini memicu kewaspadaan ekstra dari otoritas terkait, mengingat dinamika mobilitas yang tinggi dan potensi dampaknya terhadap berbagai sektor.

COLLABMEDIANET

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa meskipun terdapat sedikit penurunan, kewaspadaan Kemenhub tidak berkurang sedikit pun. "Walaupun Bapak dan Ibu melihat ada sedikit penurunan sebesar 1,7 persen, namun ini tidak mengurangi kewaspadaan kami dalam rangka persiapan karena melihat tahun kemarin itu ternyata terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam realisasi jumlah masyarakat yang melakukan pergerakan," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resminya, Kamis (13/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa volume pergerakan tetap masif, membawa implikasi besar terhadap logistik, infrastruktur, dan tentu saja, perputaran ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik.

Jutaan Warga Siap 'Serbu' Kampung Halaman! Proyeksi Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis, Tapi Kemenhub Justru Tingkatkan Kewaspadaan: Apa Implikasinya bagi Ekonomi Nasional?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas ini, Kemenhub telah menyiapkan armada transportasi dalam jumlah besar. Sebanyak 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan telah disiagakan. Menhub Dudy juga memastikan bahwa pemeriksaan kelayakan jalan atau ramp check terus digencarkan. Hingga saat ini, 19.376 unit angkutan darat, 485 unit angkutan laut, 19 unit angkutan penyeberangan, 392 unit angkutan udara, dan 2.177 unit perkeretaapian telah melalui proses ini. "Kami mempersiapkan dan memastikan sarana transportasi melakukan ramp check atau pemeriksaan kondisi layak jalan. Kami lakukan sampai dengan mendekati pelaksanaan angkutan Lebaran," jelasnya, menekankan komitmen terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan, yang secara tidak langsung juga menopang kepercayaan publik dan aktivitas ekonomi.

Selain penyediaan sarana dan prasarana, Kemenhub juga meluncurkan berbagai inisiatif pendukung. Program stimulus diskon tiket transportasi, Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang menjadi strategi untuk mengurai kepadatan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan barang. Menko Pratikno, pada kesempatan yang sama, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga serta evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai aspek pelayanan. "Alhamdulillah pada tahun lalu kita sudah berhasil olah, terutama terkait dengan lalu lintas tentu saja, dan banyak isu-isu yang lain, dan juga ini semua berkat sinergi Lintas K/L untuk menyiapkan mudik agar berjalan lancar, nyaman, aman, dan selamat," pungkas Menko Pratikno. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran arus mudik, tetapi juga mengoptimalkan perputaran ekonomi lokal yang menjadi tulang punggung pertumbuhan daerah, dari sektor pariwisata hingga UMKM.

Dengan proyeksi pergerakan yang tetap masif, persiapan matang dari pemerintah menjadi kunci untuk memastikan Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Kewaspadaan di tengah penurunan tipis angka mobilitas menunjukkan bahwa pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya, siap menghadapi dinamika yang mungkin timbul dari jutaan perjalanan yang akan terjadi, sekaligus mengelola potensi multiplier effect ekonomi yang signifikan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar