55 NEWS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing angkatan kerja di tengah dinamika ekonomi global. Program ini menawarkan kesempatan emas bagi sekitar 70.000 generasi muda untuk mengikuti pelatihan vokasi secara gratis, lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.

Related Post
Program ambisius ini akan diselenggarakan dalam tiga gelombang pelatihan sepanjang tahun 2026, dengan masing-masing gelombang menargetkan sekitar 20.000 peserta. Total kuota 70.000 peserta ini akan didistribusikan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) serta Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang tersebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia. "Pemerintah berkomitmen penuh menyediakan seluruh rangkaian pelatihannya secara gratis," demikian pernyataan yang diterima 55tv.co.id, Sabtu (28/2/2026). Inisiatif ini dirancang untuk mengasah kompetensi kerja, meningkatkan produktivitas, menanamkan disiplin, serta membentuk sikap dan etos kerja yang profesional, baik untuk memasuki dunia kerja maupun merintis wirausaha.

Menko Airlangga, dalam kesempatan terpisah, menekankan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional ini mengedepankan prinsip link and match yang kuat. Filosofi ini memastikan bahwa kurikulum pelatihan selaras dengan kebutuhan riil dunia usaha dan industri. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan relevan (skilling), tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan (upskilling) dan beradaptasi dengan bidang baru (reskilling), sehingga siap menghadapi tuntutan pasar kerja yang terus berkembang (demand driven).
Peluang ini terbuka lebar bagi para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang memenuhi persyaratan, seperti berusia minimal 17 tahun, telah memiliki akun SiapKerja, dan telah lulus dalam tiga tahun terakhir. Proses pendaftaran dapat diakses dengan mudah melalui portal resmi skillhub.kemnaker.go.id. Selain pelatihan berkualitas tinggi, peserta juga akan mendapatkan sejumlah benefit menarik, termasuk bantuan transportasi sebesar Rp20.000 per hari sesuai durasi pelatihan, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari BNSP. Khusus bagi peserta dari luar kota, fasilitas asrama juga disediakan untuk jenis pelatihan tertentu.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMA/SMK pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai 3,28 juta jiwa. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa lulusan SMA menyumbang 20,99% dari total pekerja nasional, dan lulusan SMK berkontribusi 14%. Secara gabungan, kontribusi lulusan SMA/SMK mencapai sekitar 35% dari total angkatan kerja. Angka-angka ini menggarisbawahi urgensi program vokasi dalam meningkatkan kualitas dan daya serap lulusan ke sektor-sektor produktif, sekaligus menjadi investasi vital dalam pembangunan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Beragam bidang pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini dan mendatang tersedia bagi para peserta. Ini mencakup sektor-sektor vital seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Tata Busana, Otomotif, Housekeeping, Teknik Kelistrikan, Smart Farming, Konstruksi, Barista, Budidaya Perikanan, Penata Rambut dan Rias Wajah, Memasak, Menjahit Pakaian, Pemeliharaan Kendaraan, Pemandu Wisata, Pemasaran Digital, Keamanan Siber, Instalasi Panel Surya, Pengelasan (Welding), Computer Numerical Control (CNC), Otomasi Industri, dan Kendaraan Listrik. Bahkan, pelatihan prioritas Presiden seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) turut diakomodasi. Dengan lebih dari 820 kelas pelatihan yang fokus pada 31 kejuruan, program ini diselenggarakan secara fleksibel melalui metode luring, daring, maupun hibrida.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar