55 NEWS – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti meninjau langsung dinamika harga komoditas pangan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, pada Sabtu (7/3/2026). Kunjungan ini menjadi krusial menjelang perayaan Idul Fitri 2026, di mana pemerintah berupaya keras mengawal stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan. Namun, sorotan tajam tertuju pada lonjakan harga cabai rawit yang fantastis, menembus angka Rp107.000 per kilogram, jauh melampaui harga acuan pasar.

Related Post
Dalam pernyataannya, Wamendag Roro Esti menegaskan bahwa inspeksi lapangan merupakan langkah fundamental bagi pemerintah untuk memetakan secara akurat tren pergerakan harga komoditas. "Kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan, bukan hanya dari laporan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang secara historis sering memicu volatilitas harga," ujarnya, menekankan pentingnya data primer dalam perumusan kebijakan ekonomi.

Hasil pemantauan bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menunjukkan adanya kabar baik di sektor minyak goreng. Harga Minyakita, produk bersubsidi pemerintah, terpantau stabil di level Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter di Pasar Ciputat, memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen di tengah potensi tekanan inflasi.
Namun, di sisi lain, cabai rawit menjadi primadona kenaikan harga yang paling mencolok. Dengan harga acuan di kisaran Rp57.000 per kilogram, temuan di lapangan menunjukkan harga aktual yang hampir dua kali lipat. "Lonjakan ini sangat signifikan dan berpotensi membebani daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga," kata Roro, menyoroti dampak ekonomi langsung.
Roro menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, peningkatan permintaan yang merupakan pola musiman menjelang hari raya. Kedua, kondisi iklim yang tidak menentu, khususnya curah hujan tinggi, turut menekan volume produksi di sentra-sentra pertanian. "Gangguan cuaca seringkali menjadi biang keladi di balik pasokan yang tersendat dan kenaikan harga," tambahnya, merujuk pada tantangan rantai pasok.
Selain cabai, komoditas bawang juga menunjukkan tren kenaikan tipis, dari sebelumnya Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Meskipun persentasenya lebih kecil, ini mengindikasikan adanya tekanan harga yang merata pada beberapa bahan pokok.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan, terus berkoordinasi intensif dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Fokus utama adalah optimalisasi rantai distribusi guna memastikan stok kebutuhan pokok yang secara nasional diklaim aman, dapat tersalurkan secara efisien ke seluruh wilayah. "Stok memang aman, namun efisiensi distribusi adalah kunci agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali," pungkas Roro, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar