55 NEWS – Pemerintah dikabarkan tengah mempertimbangkan perluasan diskon tarif listrik sebesar 50%, tidak hanya terbatas pada pelanggan dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA), tetapi juga menyasar pelanggan 2.200 VA. Kebijakan yang rencananya akan bergulir mulai 5 Juni hingga Juli 2025 ini, memicu perdebatan hangat di kalangan ekonom dan masyarakat.

Related Post
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menjadi salah satu tokoh yang vokal mendukung perluasan insentif ini. Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk meringankan beban ekonomi kelompok menengah.

"Diskon tarif listrik ini adalah langkah positif, asalkan cakupannya diperluas hingga 2.200 VA, jangan hanya terbatas di bawah 1.300 VA," tegas Bhima kepada 55tv.co.id, Senin (26/5/2025).
Bhima menjelaskan bahwa kelompok pelanggan 2.200 VA sebagian besar terdiri dari rumah tangga yang menyewa atau rumah kos yang dihuni oleh para pekerja. Kelompok ini, menurutnya, juga sangat membutuhkan dukungan insentif listrik untuk meringankan pengeluaran bulanan mereka.
Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya telah mengumumkan rencana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% selama bulan Juni dan Juli 2025. Program ini ditargetkan untuk 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Namun, dengan adanya usulan perluasan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Wacana ini tentu menjadi angin segar bagi banyak kalangan. Namun, tantangan selanjutnya adalah bagaimana pemerintah dapat merealisasikan kebijakan ini secara efektif dan tepat sasaran, serta memastikan tidak ada dampak negatif terhadap keuangan negara. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar