Kejutan Ekonomi Ramadhan 2026: Harga Pangan Utama Terjun Bebas, Bapanas Beberkan Kunci Suksesnya!

Kejutan Ekonomi Ramadhan 2026: Harga Pangan Utama Terjun Bebas, Bapanas Beberkan Kunci Suksesnya!

55 NEWS – Di tengah dinamika ekonomi dan ekspektasi kenaikan harga menjelang bulan suci, Badan Pangan Nasional (Bapanas) justru merilis kabar mengejutkan. Satuan Tugas Pengawasan Pelanggaran Pangan (Satgas Saber Pangan) Bapanas mencatat tren penurunan harga yang signifikan pada sejumlah komoditas pangan esensial selama sepekan pertama Ramadhan 2026. Ini menandakan stabilitas harga yang patut diapresiasi, jauh dari gejolak yang kerap terjadi di momen serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Laporan yang dihimpun dari 28.270 titik pemantauan—meliputi pasar rakyat, ritel modern, hingga tingkat distributor dan produsen—mengindikasikan adanya koreksi harga yang positif. Penurunan ini terjadi secara merata di berbagai wilayah, memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Kejutan Ekonomi Ramadhan 2026: Harga Pangan Utama Terjun Bebas, Bapanas Beberkan Kunci Suksesnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara spesifik, di wilayah barat Indonesia, harga gula konsumsi menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Tercatat, dari Rp17.983 per kilogram pada awal Februari, harga komoditas ini melandai menjadi Rp17.525 per kilogram per 25 Februari 2026. Penurunan sekitar 2,5 persen ini mendekatkan harga gula pada level acuan yang diharapkan. Tak hanya gula, harga daging kerbau beku juga mengalami depresiasi yang substansial, dari Rp105.349 per kilogram pada pertengahan Februari menjadi Rp95.194 per kilogram di akhir periode pemantauan. Ini merupakan kabar baik bagi konsumen yang mencari alternatif protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.

Stabilitas juga merambah sektor perberasan. Harga beras di berbagai zona terpantau terus menurun dan menunjukkan konsistensi yang lebih baik dibandingkan awal Februari 2026. Bahkan, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berhasil didistribusikan hingga berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sebuah pencapaian penting dalam menjaga keterjangkauan. Komoditas cabai rawit merah, yang seringkali menjadi pemicu inflasi, turut mencatat tren pelandaian dengan rata-rata harga nasional di tingkat konsumen mencapai Rp66.920 per kilogram. Kondisi ini merefleksikan perbaikan signifikan pada sisi pasokan dan efisiensi distribusi antarwilayah.

Menanggapi capaian ini, Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa intensifikasi pengawasan merupakan pilar utama dalam meredam volatilitas harga dan menjamin kelancaran rantai pasok. "Langkah pengawasan yang masif ini bertujuan memastikan pasokan tersedia, distribusi tidak terhambat, dan harga tetap terkendali. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga mulai stabil baik di tingkat distributor maupun di pasar," jelas Sarwo Edhy dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, pengawasan yang komprehensif ini tidak hanya berdampak pada level konsumen dan distributor, namun juga berhasil mendorong penyesuaian harga yang lebih rasional di tingkat produsen, menciptakan ekosistem pangan yang lebih adil dan stabil.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar