KEJUTAN EKONOMI! Tarif Impor AS Anjlok Drastis Jadi 19% untuk Produk Indonesia, Menko Airlangga Buka Suara: Bukan Karena ‘Board of Peace’, Ada Apa Sebenarnya?

KEJUTAN EKONOMI! Tarif Impor AS Anjlok Drastis Jadi 19% untuk Produk Indonesia, Menko Airlangga Buka Suara: Bukan Karena 'Board of Peace', Ada Apa Sebenarnya?

55 NEWS – Jakarta – Sebuah terobosan signifikan dalam hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Amerika Serikat diumumkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa tarif impor untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke pasar AS telah disepakati turun drastis dari 32 persen menjadi hanya 19 persen. Namun, Airlangga dengan tegas membantah spekulasi yang mengaitkan penurunan tarif ini dengan keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif ‘Board of Peace’.

COLLABMEDIANET

Dalam konferensi pers yang digelar di Wisma Danantara, Senin (13/2/2026), Airlangga menjelaskan bahwa proses perundingan mengenai pengenaan tarif resiprokal ini telah rampung sepenuhnya. "Saat ini sudah selesai perundingannya, tinggal penandatanganannya. Persennya kita sudah turun dari 32 ke 19 persen, tapi kan belum ada penandatanganan. Jadi yang lain akan di-disclose sesudah tanda tangan," ujar Airlangga, memberikan sinyal positif bagi ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi daya saing produk-produk Indonesia di pasar global.

KEJUTAN EKONOMI! Tarif Impor AS Anjlok Drastis Jadi 19% untuk Produk Indonesia, Menko Airlangga Buka Suara: Bukan Karena 'Board of Peace', Ada Apa Sebenarnya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan keterkaitan antara kesepakatan tarif resiprokal ini dengan bergabungnya Indonesia ke ‘Board of Peace’ (BoP), Airlangga membantah tegas. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan konsep kerja sama yang fundamental berbeda dan tidak saling berhubungan. Penegasan ini penting untuk menghindari salah tafsir mengenai motivasi di balik kebijakan ekonomi dan partisipasi Indonesia dalam isu-isu global.

Airlangga menjelaskan lebih lanjut bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ‘Board of Peace’ adalah wujud komitmen pemerintah untuk berkontribusi aktif dalam upaya rekonstruksi Palestina pascagencatan senjata. "Board of Peace itu tidak sama dengan tarif. BoP adalah sebuah lembaga yang membicarakan terkait dengan Gaza," paparnya, menegaskan fokus kemanusiaan dan perdamaian dari inisiatif tersebut.

Ia menambahkan, "Sedangkan tarif adalah bilateral, tidak multilateral. BoP adalah multilateral." Penjelasan ini memperjelas bahwa negosiasi tarif merupakan ranah hubungan antarnegara secara langsung, yang berorientasi pada kepentingan ekonomi kedua belah pihak, sementara BoP adalah platform kerja sama yang melibatkan banyak pihak untuk tujuan yang lebih luas, khususnya dalam konteks kemanusiaan dan stabilitas regional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar