Kontrak Miliaran Dolar Berakhir, Kilang LNG Donggi Senoro Siap Putar Haluan ke Pasar Domestik! Ini Strategi Jangka Panjang yang Akan Mengubah Peta Energi RI!

55 NEWS – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) secara tegas menyatakan kesiapannya untuk menjadi tulang punggung pasokan gas alam cair (LNG) bagi kebutuhan industri di dalam negeri. Langkah strategis ini akan mulai diimplementasikan secara penuh setelah berakhirnya kontrak penjualan LNG jangka panjang perusahaan kepada pembeli internasional pada penghujung tahun 2027. Keputusan ini menandai pergeseran fokus yang signifikan, dari pasar global ke penguatan ketahanan energi nasional.

COLLABMEDIANET

Adhika Paramanandana, Corporate Communication Manager DSLNG, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih terikat erat dengan komitmen kontrak ekspor jangka panjang hingga tahun 2027. Kontrak-kontrak ini, yang melibatkan mitra global besar seperti JERA, Kyushu, dan Kogas, merupakan kewajiban yang harus dijaga dan dipenuhi dengan integritas. "Kami memiliki kewajiban kontrak dengan mitra global seperti JERA, Kyushu, dan Kogas yang akan berakhir pada tahun 2027," jelas Adhika, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id. Ia menambahkan bahwa menjaga kepercayaan mitra internasional adalah prioritas utama hingga masa kontrak tersebut usai.

Kontrak Miliaran Dolar Berakhir, Kilang LNG Donggi Senoro Siap Putar Haluan ke Pasar Domestik! Ini Strategi Jangka Panjang yang Akan Mengubah Peta Energi RI!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Memasuki tahun 2028, setelah tuntasnya kewajiban ekspor, DSLNG menegaskan kesiapannya untuk sepenuhnya mengalihkan fokus dan kapasitas produksinya demi memenuhi permintaan LNG di pasar domestik. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi pertumbuhan industri. "Kami sangat antusias untuk menjadi kontributor utama dalam pemenuhan kebutuhan LNG di dalam negeri, sejalan dengan arahan strategis pemerintah," tutur Adhika, menandaskan semangat perusahaan untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang yang matang, DSLNG juga telah menjadwalkan agenda pemeliharaan besar kilang atau Turnaround (TA) pada tahun 2028. Penentuan waktu ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah keputusan strategis untuk memastikan proses pemeliharaan tidak berbenturan dengan kewajiban pengiriman kargo ekspor yang masih berjalan hingga akhir 2027. "Dengan berakhirnya kewajiban ekspor di 2027, kami memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan TA di 2028 tanpa mengganggu pasokan, memastikan efisiensi operasional maksimal saat beralih ke pasar domestik," jelasnya.

Kilang DSLNG beroperasi dengan satu unit produksi atau ‘train’ tunggal yang memiliki kapasitas 2,1 juta ton LNG per tahun. Ketergantungan pada satu jalur produksi ini menempatkan keandalan operasional sebagai prioritas utama. "Satu saja gangguan dapat menghentikan seluruh proses produksi kami. Oleh karena itu, menjaga keandalan fasilitas adalah inti dari operasional DSLNG," pungkas Adhika, menekankan pentingnya standar operasional tinggi untuk menjamin pasokan yang stabil dan berkelanjutan bagi pasar domestik di masa mendatang.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar