Krisis Geopolitik Mencekam, Emas dan Saham Terkapar, Tapi Ada Satu Aset yang Justru Pesta Pora! Bukan Emas, Bukan Saham, Lalu Apa Rahasianya?

Krisis Geopolitik Mencekam, Emas dan Saham Terkapar, Tapi Ada Satu Aset yang Justru Pesta Pora! Bukan Emas, Bukan Saham, Lalu Apa Rahasianya?

55 NEWS – Gejolak konflik yang memanas di Timur Tengah kembali memicu gelombang ketidakpastian yang melanda pasar keuangan global. Namun, di tengah badai yang mengancam stabilitas ekonomi ini, sebuah fenomena mengejutkan muncul: Bitcoin (BTC) justru menunjukkan ketahanan luar biasa, bahkan mengungguli aset investasi tradisional yang selama ini dianggap sebagai "safe haven" seperti emas dan saham. Performa impresif mata uang kripto ini sontak menjadi sorotan utama para investor di seluruh dunia.

COLLABMEDIANET

Data terkini menunjukkan, dalam kurun waktu 60 hari terakhir hingga Selasa (24/3/2026), mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini melonjak signifikan sekitar 12%. Bitcoin diperdagangkan stabil di kisaran USD70.000 hingga USD71.000, sebuah pencapaian yang kontras dengan kondisi pasar lainnya.

Krisis Geopolitik Mencekam, Emas dan Saham Terkapar, Tapi Ada Satu Aset yang Justru Pesta Pora! Bukan Emas, Bukan Saham, Lalu Apa Rahasianya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebaliknya, indeks saham S&P 500, yang kerap menjadi barometer kesehatan ekonomi AS, harus rela terkoreksi sekitar 4%. Lebih mencengangkan lagi, harga emas mengalami penurunan drastis hingga 16%, mencatatkan koreksi terbesar sejak tahun 1983, dengan menyentuh level sekitar USD4.400 per ons troy. Kondisi ini secara otomatis mengalihkan pandangan investor, mendorong peningkatan perhatian terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai yang menarik di tengah gejolak pasar.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, menjelaskan bahwa ketangguhan Bitcoin di tengah krisis bukanlah hal baru. "Pola serupa telah terjadi berulang kali, mulai dari krisis pandemi COVID-19, ketegangan AS-Iran pada tahun 2020, hingga konflik Rusia-Ukraina," ujar Antony dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Selasa (24/3/2026). Ia menambahkan, karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, kemampuan diperdagangkan 24 jam sehari tanpa henti, serta independensinya dari sistem perbankan konvensional menjadikannya sangat relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. "Ini memberikan Bitcoin fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai yang efektif," imbuhnya.

Di sisi lain, penurunan drastis harga emas dijelaskan oleh Greg Shearer, Kepala Strategi Logam JPMorgan. Menurutnya, aksi jual (sell-off) besar-besaran dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah, yang secara langsung meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Tekanan terhadap emas juga diperparah oleh penguatan dolar AS dan peningkatan imbal hasil dari obligasi, membuat emas kurang menarik dibandingkan aset berimbal hasil. Shearer juga mengisyaratkan potensi perubahan pola pembelian emas oleh bank sentral akibat dinamika pasar yang terus berubah ini. Fenomena ini menggarisbawahi pergeseran paradigma investasi, di mana aset digital seperti Bitcoin mulai diperhitungkan sebagai benteng baru di tengah ketidakpastian global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar