55 NEWS – Kementerian Sosial (Kemensos) merilis tinjauan komprehensif mengenai kinerja perlindungan sosial dan penyaluran bantuan sosial (bansos) sepanjang tahun 2025. Data yang dipaparkan menunjukkan skala intervensi pemerintah dalam menopang kelompok rentan, sekaligus menjadi barometer efektivitas program kesejahteraan nasional. Laporan ini memberikan gambaran jelas tentang upaya pemerintah dalam mengurangi disparitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Related Post
Sepanjang tahun fiskal 2025, Kemensos mencatat alokasi Program Keluarga Harapan (PKH) berhasil menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Lebih lanjut, bantuan sembako disalurkan kepada lebih dari 18 juta KPM, sementara 96,8 juta jiwa telah ditetapkan sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), sebuah pilar penting dalam akses layanan kesehatan dasar. Angka-angka ini merefleksikan komitmen serius pemerintah dalam memastikan jaring pengaman sosial yang kuat.

Selain itu, program penebalan bansos yang bergulir pada periode Juni-Juli telah mengalir kepada 17,72 juta KPM. Puncaknya, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) yang didistribusikan antara Oktober hingga Desember, berhasil menjangkau 33,2 juta KPM, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi. Penyaluran masif ini diharapkan mampu menstimulasi konsumsi domestik, terutama di lapisan masyarakat bawah.
Dalam upaya memastikan efisiensi dan akurasi penyaluran, Kemensos secara berkelanjutan memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Basis data ini menjadi fondasi krusial untuk menjamin bantuan tepat sasaran dan meminimalisir kebocoran anggaran. Tak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, Kemensos juga aktif menggalakkan program pemberdayaan ekonomi. Tercatat, 77.932 keluarga telah berhasil ‘digraduasi’ dari status penerima manfaat, bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri yang berkontribusi pada roda perekonomian lokal.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangannya yang diterima 55tv.co.id pada Sabtu (3/1/2026), menegaskan visi jangka panjang kementerian. "Melalui program yang terukur dan terstruktur, keluarga-keluarga penerima bansos pada akhirnya nanti akan pindah ke program pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan menjadi keluarga yang lebih mandiri," ujar Gus Ipul, menekankan pentingnya transisi dari ketergantungan bantuan menuju kemandirian ekonomi.
Fokus Kemensos juga meluas pada layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan. Sepanjang 2025, sebanyak 12.119 unit alat bantu aksesibilitas telah didistribusikan, secara signifikan meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas. Inisiatif kesehatan juga mencakup operasi katarak gratis yang mengembalikan penglihatan 6.209 lansia, memungkinkan mereka kembali beraktivitas produktif. Selain itu, 3.042 individu menerima pembinaan kewirausahaan, membekali mereka dengan keterampilan untuk menciptakan peluang ekonomi. Berbagai layanan komprehensif lainnya turut menjangkau 12 Penerima Atensi Sosial (12-PAS) di seluruh pelosok Indonesia, menegaskan jangkauan luas program Kemensos dalam mewujudkan inklusivitas sosial dan ekonomi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar