Makan Bergizi Gratis Terancam Gagal? Ini 4 Jurus Ampuh Selamatkan Program Jokowi-Prabowo!

Makan Bergizi Gratis Terancam Gagal? Ini 4 Jurus Ampuh Selamatkan Program Jokowi-Prabowo!

55 NEWS – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan angin segar bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Jokowi-Prabowo. CORE menawarkan empat model alternatif dapur, yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai solusi atas berbagai tantangan implementasi program tersebut. Model-model ini diklaim lebih aman, efisien, dan berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi lokal.

COLLABMEDIANET

Eliza Mardian, Peneliti CORE, menjelaskan bahwa alternatif pertama adalah optimalisasi dapur UMKM. Dengan kapasitas produksi sekitar 300 porsi per hari, model ini berpotensi menghidupkan denyut nadi ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat rantai pasok pangan dengan melibatkan petani lokal. Fleksibilitas dalam penggunaan bahan baku lokal menjadi keunggulan utama.

 Makan Bergizi Gratis Terancam Gagal? Ini 4 Jurus Ampuh Selamatkan Program Jokowi-Prabowo!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Alternatif kedua adalah pemanfaatan dapur sekolah. Model ini menawarkan efisiensi dalam distribusi makanan dan kontrol kualitas yang lebih ketat. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah, orang tua, dan siswa dapat mempererat hubungan antar elemen pendidikan.

Model dapur koperasi menjadi alternatif ketiga yang menjanjikan. Koperasi dinilai mampu mengintegrasikan UMKM sekaligus menekan biaya pengadaan bahan baku. "Anggota koperasi biasanya para pedagang pasar, sehingga biaya bisa ditekan karena bahan diperoleh langsung dari sumbernya," jelas Eliza di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Terakhir, CORE mengusulkan model dapur lembaga sosial. Model ini membuka ruang partisipasi bagi masyarakat sipil, memungkinkan penerimaan hasil panen lokal, penciptaan lapangan kerja, dan penyerapan produk masyarakat sekitar.

Namun, Eliza menekankan bahwa keberhasilan keempat model ini sangat bergantung pada dukungan kuat dari pemerintah daerah (Pemda). Dukungan tersebut meliputi validasi penerima manfaat, verifikasi SPPG, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi potensi kasus keracunan.

Selain itu, edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sisa makanan juga perlu menjadi bagian integral dari kampanye MBG. "Mulai dari kebiasaan mencuci tangan, antre, hingga membereskan sisa makanan sendiri. Pemda bisa menyediakan fasilitas pengolahan sisa makanan menjadi kompos atau pakan ternak. Banyak hal yang bisa dilakukan Pemda untuk mendukung keberhasilan MBG," pungkas Eliza. Hal ini disampaikan 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar