55 NEWS – Sektor penerbangan nasional mencatatkan kinerja impresif selama periode arus mudik Lebaran 2026. Data terkini dari InJourney Airports menunjukkan, sebanyak 4,41 juta penumpang memadati langit Indonesia antara tanggal 13 hingga 21 Maret 2026. Lonjakan mobilitas ini secara signifikan memusatkan perhatian pada beberapa bandara kunci, dengan Jakarta dan Makassar memimpin daftar sebagai simpul ekonomi transportasi udara paling vital.

Related Post
Mohammad R Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports, mengungkapkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta sekali lagi menegaskan dominasinya sebagai gerbang utama mobilitas nasional. Dengan mencatatkan angka fantastis 1,51 juta penumpang, CGK menjadi pusat gravitasi pergerakan masyarakat selama musim mudik. "Arus mudik berjalan dengan sangat baik. Kami sangat bersyukur bahwa aspek operasional dan pelayanan dapat terjaga optimal, berkat perencanaan matang, dukungan seluruh pihak, serta kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan di bandara," jelas Pahlevi dalam keterangan resminya, yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Di bawah kepemimpinan Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Denpasar mengukuhkan posisinya di peringkat kedua dengan melayani 523.944 penumpang, menunjukkan vitalitas Bali sebagai destinasi pariwisata utama. Selanjutnya, Bandara Internasional Juanda (SUB) Surabaya menempati urutan ketiga dengan 378.056 penumpang, menegaskan perannya sebagai simpul ekonomi penting di Jawa Timur. Sementara itu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar, dengan 283.099 penumpang, menjadi gerbang tersibuk di kawasan Indonesia Timur. Melengkapi daftar lima besar adalah Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Medan, yang melayani 207.661 penumpang, menandai signifikansi Sumatera Utara dalam peta pergerakan udara nasional.
Pahlevi menambahkan, keberhasilan pengelolaan lonjakan trafik penumpang dan penerbangan selama periode krusial ini merupakan buah dari koordinasi yang solid antar-pemangku kepentingan. Hal ini memastikan bahwa operasional berjalan lancar tanpa menimbulkan antrean panjang atau kerugian bagi penumpang, sebuah indikator penting dalam menjaga kepuasan publik dan efisiensi layanan. "Kami sangat bersyukur bahwa seluruh aspek operasional dan pelayanan selama periode arus mudik dapat terjaga dengan optimal, berkat implementasi rencana operasi yang matang serta sinergi seluruh stakeholder bandara," pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan kualitas layanan penerbangan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar