Mengejutkan! Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Tiba-tiba Tutup, Harga Energi Global Melejit Drastis – Ini Pemicunya!

Mengejutkan! Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Tiba-tiba Tutup, Harga Energi Global Melejit Drastis – Ini Pemicunya!

55 NEWS – Raksasa minyak global, Aramco, mengumumkan penutupan operasional kilang minyak vitalnya di Ras Tanura, Arab Saudi, menyusul insiden serangan drone di wilayah pesisir Teluk Persia tersebut. Keputusan drastis ini sontak memicu gejolak signifikan di pasar energi global, dengan harga gasoil berjangka melonjak lebih dari 20 persen dalam sehari.

COLLABMEDIANET

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kilang Ras Tanura, yang memiliki kapasitas produksi masif 550.000 barel per hari, dihentikan sementara sebagai langkah preventif. Penilaian kerusakan sedang berlangsung setelah kebakaran kecil dilaporkan terjadi di sekitar fasilitas akibat puing-puing dari dua drone yang berhasil dicegat saat menargetkan area tersebut.

Mengejutkan! Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Tiba-tiba Tutup, Harga Energi Global Melejit Drastis – Ini Pemicunya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dampak langsung dari penutupan ini terasa instan di bursa komoditas. Harga gasoil berjangka mencatat kenaikan intraday terbesar sejak Maret 2022, melesat lebih dari 20 persen. Sementara itu, minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London turut terkerek naik sekitar 9 persen, mendekati level USD79 per barel. Data ini dilansir oleh Bloomberg pada Selasa (3/3/2026), menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap gangguan pasokan.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, akhir pekan lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara di wilayah tersebut. Kekhawatiran pasar global semakin memuncak mengingat laporan terhambatnya lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi dunia, yang kini nyaris terhenti.

Gelombang serangan ini tidak hanya berdampak pada Arab Saudi. QatarEnergy juga terpaksa menangguhkan produksi gas alam cair (LNG) mereka menyusul serangan terhadap fasilitas di Ras Laffan dan Mesaieed. Di Kuwait, pemerintah melaporkan adanya puing-puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di area salah satu kilang minyaknya, dan sebuah pembangkit listrik juga dilaporkan terdampak serangan.

Situasi ini menggarisbawahi kerentanan infrastruktur energi global terhadap konflik geopolitik. Para analis ekonomi memprediksi bahwa jika ketegangan terus berlanjut dan pasokan energi dari kawasan ini terganggu lebih lanjut, volatilitas harga akan menjadi keniscayaan, berpotensi memicu inflasi dan melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ini dapat diakses melalui 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar