Mengejutkan! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pilih ‘Ngirit’ di Idulfitri 2026, Tak Gelar Open House. Ada Apa di Balik Keputusan Sang Bendahara Negara? Sinyal Ekonomi Atau Patuh Arahan Presiden?

Mengejutkan! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pilih 'Ngirit' di Idulfitri 2026, Tak Gelar Open House. Ada Apa di Balik Keputusan Sang Bendahara Negara? Sinyal Ekonomi Atau Patuh Arahan Presiden?

55 NEWS – Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuat pernyataan yang cukup menarik perhatian publik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Purbaya menegaskan tidak akan mengadakan acara open house, sebuah tradisi yang lazim dilakukan para pejabat negara. Keputusan ini, menurutnya, didasari oleh semangat berhemat, meskipun ia juga sempat berkelakar mengenai adanya larangan dari Presiden.

COLLABMEDIANET

"Enggak kayanya (open house), saya ngirit. Ngirit," ujar Purbaya kepada awak media pada Kamis (19/3/2026), seperti dilansir 55tv.co.id. Pernyataan ini sontak memicu beragam spekulasi, mengingat posisi Purbaya sebagai bendahara negara yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan publik. Sikap hemat yang ditunjukkannya secara pribadi dapat diinterpretasikan sebagai cerminan dari prinsip kehati-hatian fiskal yang senantiasa didengungkan pemerintah.

Mengejutkan! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pilih 'Ngirit' di Idulfitri 2026, Tak Gelar Open House. Ada Apa di Balik Keputusan Sang Bendahara Negara? Sinyal Ekonomi Atau Patuh Arahan Presiden?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Purbaya sempat melontarkan candaan bahwa ia tidak menggelar open house karena "tidak boleh" oleh Presiden Prabowo Subianto. Meskipun awak media mencoba meluruskan bahwa arahan Presiden lebih kepada larangan kemewahan, Purbaya tetap pada pendiriannya. "Enggak boleh katanya open house, enggak boleh," sambung dia.

Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo memang telah mengimbau para pejabat pemerintah untuk tidak mengadakan acara open house secara berlebihan atau mewah pada perayaan Idulfitri 2026. Imbauan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, dan dapat dimaknai sebagai upaya mendorong kesederhanaan dan empati di tengah masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang memerlukan kebijaksanaan fiskal.

Terlepas dari keputusan tersebut, Purbaya memastikan akan tetap merayakan Idulfitri di Jakarta. Ia berencana melaksanakan salat Idulfitri di Kantor Pusat Pajak. "Saya (salat Idulfitri) di pajak, kantor pusat pajak," tuturnya.

Keputusan seorang Menteri Keuangan untuk tidak menggelar open house dengan alasan berhemat, ditambah dengan ketaatan terhadap imbauan kesederhanaan dari Presiden, mengirimkan pesan kuat. Dalam konteks ekonomi, langkah ini bisa dilihat sebagai upaya teladan dari pimpinan sektor keuangan untuk mendorong budaya hemat dan efisiensi, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat luas. Ini juga bisa menjadi sinyal komitmen pemerintah terhadap pengelolaan anggaran yang prudent, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Sikap ini, pada gilirannya, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas dan tanggung jawab fiskal pemerintah. Dengan demikian, absennya open house di kediaman Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bukan sekadar keputusan personal, melainkan sebuah pernyataan simbolis yang sarat makna, baik dari perspektif penghematan anggaran negara maupun kepatuhan terhadap semangat kesederhanaan yang diusung oleh pucuk pimpinan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar