55 NEWS – Jagat bisnis Tanah Air kembali dihebohkan dengan manuver strategis raksasa konglomerasi. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) secara resmi mengumumkan divestasi merek teh legendaris Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa. Transaksi bernilai fantastis, mencapai Rp1,5 triliun, ini sontak menarik perhatian, mengingat PT Savoria Kreasi Rasa adalah entitas bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) lokal yang terafiliasi kuat dengan Grup Djarum, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia.

Related Post
Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa langkah divestasi ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan portofolio bisnisnya. "Transaksi ini tidak hanya akan memperkuat posisi Sariwangi untuk mengarungi fase pertumbuhan selanjutnya, namun juga menegaskan komitmen kami untuk mempertajam fokus pada kategori inti yang menawarkan skala lebih besar dan potensi pertumbuhan berkelanjutan," ujar Yap dalam keterangan resminya, yang dikutip oleh 55tv.co.id pada Jumat (9/1/2026). Ia menambahkan, keputusan ini diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham.

Proses akuisisi ini diperkirakan akan rampung pada semester pertama tahun 2026, setelah seluruh persyaratan penutupan yang berlaku umum terpenuhi. Perlu dicatat, Sariwangi bukanlah merek sembarangan. Di bawah payung Unilever sejak 1989, merek ini telah mengukir sejarah sebagai pelopor teh celup di Indonesia, sebuah inovasi yang mengubah kebiasaan minum teh masyarakat.
Pertanyaan besar pun muncul: Siapakah sebenarnya kekuatan di balik Grup Djarum yang kini merambah sektor teh? Jawabannya tak lain adalah duo konglomerat legendaris, Hartono bersaudara: Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Nama mereka sudah tak asing lagi di kancah perekonomian nasional.
Sebagai generasi kedua yang mewarisi kerajaan bisnis rokok yang dirintis oleh sang ayah, Oei Wie Gwan, Hartono bersaudara telah mentransformasi Grup Djarum dari sekadar produsen tembakau menjadi sebuah imperium bisnis multi-sektor. Gurita bisnis mereka kini merentang luas, meliputi perbankan (terutama Bank Central Asia/BCA), elektronik, teknologi digital, properti, ritel, hingga investasi strategis di sektor kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat.
Dengan portofolio bisnis yang begitu masif, tak heran jika R. Budi Hartono dan Michael Hartono secara konsisten menduduki puncak daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2025. Total kekayaan bersih mereka tercatat mencapai USD43,8 miliar, atau setara dengan Rp731,10 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.692 per USD). Meskipun demikian, angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD50,3 miliar. Mayoritas pundi-pundi kekayaan Hartono bersaudara ini bersumber dari kepemilikan saham mayoritas mereka di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar dan paling profitabel di Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar