55 NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk memulihkan infrastruktur vital, mempercepat perbaikan jalan nasional pada ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini bukan hanya demi keselamatan pengguna jalan, tetapi juga kelancaran roda ekonomi yang sangat bergantung pada jalur strategis tersebut. Kondisi jalan yang rusak parah dengan ribuan lubang menganga telah menjadi sorotan utama, memicu kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap mobilitas dan distribusi logistik.

Related Post
Menteri PU Dody Hanggodo, dalam peninjauan terbarunya di Depok, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan adalah prioritas mutlak. Ia menyoroti hasil penambalan (patching) di beberapa titik yang dinilai belum sempurna, masih bergelombang, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. "Kami memang sedang dalam proses penyempurnaan perbaikan dari Pasar Parung hingga titik Kemang, Parung. Penambalan sebelumnya memang belum optimal, namun kami bertekad menyelesaikannya secara bertahap. Target kami, dalam satu hingga dua bulan ke depan, jalur ini sudah mulus dan layak dilalui," ujar Menteri Dody, seperti dilansir 55tv.co.id.

Dody juga menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat untuk tidak hanya melakukan penambalan parsial, melainkan perbaikan lebih menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 kilometer dari Pasar Parung hingga Gandaria-Cilodong. Tujuannya jelas: menciptakan kontur jalan yang benar-benar mulus dan aman bagi lalu lintas barang maupun penumpang, yang merupakan urat nadi perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, membeberkan data mengejutkan terkait kondisi jalan tersebut. "Terdapat total 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung," ungkap Rina. Ia menambahkan, "Hingga kemarin, sebanyak 1.200 lubang telah berhasil kami tutup, menyisakan 263 titik yang masih dalam penanganan. Dengan tim patching yang bekerja tanpa henti di lapangan, kami menargetkan seluruh lubang akan tertangani dalam lima hari ke depan. Ini krusial agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas pekerja," jelas Rina kepada 55tv.co.id.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendongkrak efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar