55 NEWS – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja finansial yang memukau, mencatatkan laba bersih dari operasi berkelanjutan sebesar Rp3,5 triliun. Angka ini merepresentasikan lonjakan signifikan sebesar 21,8 persen dibandingkan periode sebelumnya, sebuah pencapaian yang menarik perhatian pelaku pasar dan menegaskan kembali posisi dominan perusahaan di sektor barang konsumsi.

Related Post
Performa impresif ini ditopang oleh penjualan bersih yang mencapai Rp31,9 triliun, tidak termasuk kontribusi dari segmen bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi. Penjualan tersebut tumbuh 4,3 persen secara tahunan, didorong oleh momentum volume penjualan yang kuat pada kuartal keempat serta kinerja ekspor yang solid, menandakan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Kamis (12/2/2026), menegaskan bahwa capaian gemilang ini adalah buah dari implementasi transformasi struktural dan disiplin bisnis yang ketat sepanjang tahun. "Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," ujar Benjie, menyoroti efektivitas strategi perusahaan dalam mengoptimalkan setiap lini bisnis.
Peningkatan profitabilitas Perseroan secara fundamental didukung oleh strategi fokus pada merek-merek unggulan atau ‘Power Brands’. Sebanyak enam belas merek utama, termasuk nama-nama familiar seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1 persen. Kontribusi merek-merek ini sangat vital, menyumbang hingga 75 persen dari total penjualan perusahaan, menggarisbawahi kekuatan portofolio produk inti Unilever yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Menatap ke depan, Benjie Yap menyatakan optimisme terhadap keberlanjutan kinerja positif ini. "Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat – membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang," imbuhnya, memberikan sinyal positif kepada para investor dan pemangku kepentingan mengenai prospek jangka panjang perusahaan.
Dari aspek kesehatan keuangan, Unilever Indonesia menunjukkan performa yang sangat solid. Perusahaan berhasil mencatatkan arus kas bebas (free cash flow) sebesar Rp4,9 triliun, melonjak 1,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Yang lebih mengesankan, Perseroan berhasil mempertahankan posisi utang di angka nol, sebuah indikator kuat akan manajemen keuangan yang prudent dan efisiensi operasional yang tinggi, memberikan fondasi yang kokoh untuk ekspansi dan inovasi di masa mendatang.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar