55 NEWS – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah konsisten dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75 persen. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 18 hingga 19 Februari 2026, menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Related Post
Selain BI Rate, Dewan Gubernur BI juga memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga Deposit Facility, yang tetap di angka 3,75 persen, serta suku bunga Lending Facility yang dipertahankan pada 5,50 persen. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan hati-hati BI dalam mengelola likuiditas dan kondisi pasar keuangan domestik, sekaligus memberikan sinyal stabilitas di tengah ketidakpastian.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers usai RDG di Jakarta, Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa penetapan suku bunga ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap berbagai perkembangan ekonomi dan prospek ke depan. "Dengan melihat berbagai perkembangan dan prospek-prospek tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 dan 19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen," ujar Perry.
Langkah ini, lanjut Perry, adalah upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak dan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Tujuannya jelas, yakni mendukung pencapaian target inflasi tahun 2026 dan sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah diterapkan. Perry menambahkan, bank sentral akan tetap mencermati ruang untuk potensi penurunan BI Rate lebih lanjut, mengindikasikan fleksibilitas kebijakan yang adaptif terhadap kondisi ekonomi mendatang. Perlu dicatat, BI Rate telah mengalami penurunan signifikan sebesar 150 basis poin (bps) sejak September 2024, dengan 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang tahun 2025. Penurunan ini membawa BI Rate ke level 4,75 persen hingga November 2025, menjadikannya titik terendah sejak tahun 2022, menunjukkan fase akomodatif kebijakan moneter sebelumnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar