55 NEWS – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akhirnya membeberkan akar masalah di balik kemacetan luar biasa yang melumpuhkan akses menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Fenomena antrean kendaraan yang sempat mengular hingga lebih dari 20 kilometer pada Minggu (15/3/2026) lalu, menurut Menhub, dipicu oleh masifnya operasional truk logistik bersumbu tiga ke atas selama periode krusial angkutan Lebaran. Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok dan stabilitas harga komoditas.

Related Post
Menhub Dudy Purwagandhi secara tegas menyerukan kepada para pelaku usaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah mengatur pembatasan operasional angkutan barang dengan konfigurasi sumbu tiga ke atas. Kepatuhan ini, imbuhnya, sangat vital guna menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang hari raya besar dan momen penting lainnya seperti Nyepi. Pelanggaran terhadap regulasi ini, lanjutnya, berimplikasi serius terhadap efisiensi logistik nasional.

Berkat koordinasi intensif antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP), panjang antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk kini berhasil dipangkas signifikan. Dari puncaknya yang mencapai lebih dari 20 km, kini antrean berkurang menjadi sekitar delapan kilometer. Berbagai langkah strategis telah diimplementasikan untuk mengurai kepadatan ini. Di antaranya adalah pengoperasian kapal-kapal berkapasitas lebih besar, penambahan armada kapal oleh ASDP hingga mencapai 35 unit, optimalisasi fungsi buffer zone, serta penerapan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk 25 kapal guna mempercepat siklus operasional dan mengurangi waktu tunggu di pelabuhan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan optimisme bahwa dengan serangkaian upaya komprehensif ini, kepadatan lalu lintas akan terus berkurang dan arus kendaraan dapat kembali normal. "Harapan kami, seluruh permasalahan kepadatan ini dapat terselesaikan sepenuhnya sebelum Hari Raya Nyepi tiba," pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kelancaran konektivitas antarwilayah dan meminimalisir dampak ekonomi akibat hambatan transportasi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar