55 NEWS – Pasar e-commerce global Business-to-Business (B2B) diprediksi akan meledak hingga mencapai USD47,5 triliun atau setara dengan Rp736.250 triliun pada tahun 2030. Angka fantastis ini membuka peluang emas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk meraup cuan di kancah internasional. Namun, jalan menuju kesuksesan global tidaklah semulus jalan tol.

Related Post
Roger Luo, Head of South and Southeast Asia Alibaba.com, mengungkapkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa berkat kekayaan produk yang beragam. Akan tetapi, ia menekankan pentingnya dukungan ekosistem yang kuat agar UMKM dapat dengan cepat menembus pasar global.

"Kita menyaksikan perubahan pesat dalam perdagangan global. Rantai pasokan didefinisikan ulang, ekspektasi pembeli terus berkembang, dan digitalisasi semakin cepat. Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya, produk yang beragam, dan kreativitas kelas dunia," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/8/2025).
Meskipun potensi besar terbentang di depan mata, UMKM Indonesia masih bergulat dengan berbagai tantangan. Prosedur ekspor yang rumit, standar kualitas yang ketat, kepercayaan pembeli yang harus dibangun, serta kesiapan digital yang belum merata menjadi batu sandungan utama.
Luo menegaskan bahwa hambatan ini bukanlah cerminan dari kurangnya potensi, melainkan sinyal bahwa ekosistem pendukung UMKM harus bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih kolaboratif. Pemerintah, pelaku industri, dan pihak terkait lainnya perlu bersinergi untuk mengatasi tantangan ini dan membuka jalan bagi UMKM Indonesia untuk bersaing di pasar global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar