Panik Stok BBM Habis dalam 20 Hari? Pakar Ekonomi Bongkar Fakta Mengejutkan yang Wajib Anda Tahu!

Panik Stok BBM Habis dalam 20 Hari? Pakar Ekonomi Bongkar Fakta Mengejutkan yang Wajib Anda Tahu!

55 NEWS – Kekhawatiran masyarakat terkait cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari ternyata merupakan sebuah kesalahpahaman mendalam. Para ahli ekonomi menegaskan bahwa angka tersebut merujuk pada cadangan operasional yang terus-menerus distabilkan oleh Pertamina, bukan indikasi akan terjadinya kelangkaan atau krisis energi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan, tindakan yang justru dapat memicu gejolak ekonomi dan merugikan stabilitas pasar.

COLLABMEDIANET

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menjelaskan bahwa cadangan BBM selama sekitar 20 hari ini adalah bentuk inventory atau persediaan operasional yang tersimpan di fasilitas penyimpanan. Ini adalah stok bergerak yang secara dinamis diatur untuk memastikan ketersediaan pasokan. "Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus," ujar Komaidi di Jakarta, belum lama ini.

Panik Stok BBM Habis dalam 20 Hari? Pakar Ekonomi Bongkar Fakta Mengejutkan yang Wajib Anda Tahu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia mengilustrasikan kondisi ini layaknya sebuah toko ritel. Ketika barang dagangan terjual, toko tersebut pasti akan segera membeli pasokan baru untuk mengisi kembali rak-raknya. Praktik stabilisasi stok seperti ini, menurut Komaidi, bukanlah hal baru melainkan rutinitas yang telah berlangsung lama dan teratur dalam manajemen logistik energi.

Lebih lanjut, Komaidi menekankan bahwa cadangan BBM Indonesia yang mencapai sekitar 20 hari ini bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara tetangga di kawasan. Sebagai perbandingan, Vietnam memiliki cadangan operasional selama 15 hari, sementara Laos hanya 10 hari. "Artinya, sebetulnya ini sesuatu yang biasa dan menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai," tambahnya, memberikan perspektif regional.

Menjelang momen krusial seperti perayaan Idul Fitri, Komaidi berharap masyarakat dapat menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi isu kelangkaan. Ia meyakini bahwa Pertamina telah mempersiapkan sistem pendistribusian dengan sangat baik, termasuk melalui pembentukan Satgas Ramadhan dan Idulfitri yang bertugas memastikan kelancaran pasokan. "Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman," pungkasnya, memberikan jaminan stabilitas pasokan energi di seluruh pelosok negeri, memastikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar