55 NEWS – Bank Indonesia (BI) dengan tegas menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, meskipun lembaga pemeringkat global Moody’s baru-baru ini merevisi prospek utang negara menjadi negatif. Indikator Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) nasional terpantau berada pada level yang sangat sehat, membuka lebar peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui berbagai inisiatif strategis pemerintah.

Related Post
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, dalam pernyataannya di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (6/2/2026), menegaskan optimisme bank sentral. "Fondasi ekonomi kita masih sangat kuat. Seluruh variabel yang kami pantau dan proyeksikan terus menunjukkan arah positif. Kami juga melihat banyaknya program prioritas yang dapat dioptimalkan untuk mempercepat ekspansi kredit dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujar Alexander.

Alexander lebih lanjut menjelaskan bahwa perubahan prospek dari Moody’s lebih merupakan cerminan dari evaluasi temporer terhadap kondisi saat ini, bukan indikasi melemahnya fundamental ekonomi. "Peringkat dan prospek mencerminkan pandangan mereka saat ini dan proyeksi penilaian ke depan. Sejauh ini, kekhawatiran Moody’s memang terkait beberapa aspek seperti penerimaan negara, namun dari sisi SSK, fundamental kita tetap sangat solid," paparnya.
Menurut Alexander, fase pertumbuhan kredit saat ini masih belum mencapai potensi optimalnya. Oleh karena itu, peran bank sentral menjadi krusial dalam mendorong siklus bisnis dan keuangan agar dapat memberikan dukungan maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi. "Indikator-indikator kami belum menunjukkan adanya risiko yang signifikan. Semua variabel masih perlu didorong, dan kami melihat banyak program pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Alexander.
Menyikapi hal tersebut, BI menekankan pentingnya percepatan implementasi beberapa program prioritas nasional. Di antaranya adalah Inisiatif Pangan Bergizi Gratis (IPBG) serta program hilirisasi sektor pangan dan sumber daya alam. Tujuan utamanya adalah untuk mengakselerasi pembiayaan dan meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM, sebuah sektor yang menjadi fokus utama Bank Indonesia di tahun ini guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar