55 NEWS – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025 hanya mencapai 4,87%, angka yang mengejutkan banyak pihak mengingat adanya momen Lebaran. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan faktor di balik melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/5/2025). Bukannya didorong oleh peningkatan konsumsi selama Lebaran, pertumbuhan ekonomi justru terhambat oleh faktor lain yang tak terduga.

Related Post
Amalia menjelaskan perbedaan signifikan antara Kuartal I 2024 dan Kuartal I 2025. Meskipun kedua kuartal sama-sama diwarnai momen Ramadhan, terdapat perbedaan krusial: Pemilu. "Pada triwulan I 2024, selain Ramadhan, ada juga Pemilu. Di triwulan I 2025, hanya ada Ramadhan," jelas Amalia.

Lebih lanjut, Amalia menekankan besarnya pengeluaran pemerintah untuk persiapan dan pelaksanaan Pemilu di Kuartal I 2024. Pengeluaran tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan Kuartal I 2025 yang tidak ada agenda Pemilu. "Pengeluaran pemerintah untuk Pemilu sangat signifikan, berbeda jauh dengan tahun ini yang tidak ada Pemilu," tegasnya. Artinya, suntikan dana besar dari pemerintah untuk Pemilu di tahun sebelumnya memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan absennya hal tersebut di tahun ini menjadi salah satu faktor penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025 yang melambat bukan semata-mata karena faktor musiman, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor politik berupa pengeluaran pemerintah yang signifikan untuk Pemilu pada tahun sebelumnya. Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi para pengamat ekonomi dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar