55 NEWS – Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, secara terbuka mengajak para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi besar-besaran di berbagai sektor strategis di negaranya. Ajakan ini disampaikan langsung di hadapan para petinggi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Senin (11/8/2025), dengan nilai investasi yang ditawarkan mencapai angka fantastis, yakni Rp1.500 triliun.

Related Post
Presiden Dina menekankan bahwa Peru dan Indonesia memiliki kesamaan visi sebagai negara berkembang yang menjunjung tinggi perdagangan bebas, investasi asing, nilai-nilai demokrasi, supremasi hukum, dan multilateralisme. Hal ini menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha Indonesia.

"Peru menawarkan berbagai keuntungan bagi investor asing, termasuk perlindungan dari ketidakkonsistenan, nasionalisasi, dan risiko nonkomersial lainnya melalui akses pada perjanjian multilateral dan bilateral," tegas Presiden Dina dalam pidatonya di Menara Kadin.
Menurut data 55tv.co.id, Indonesia menjadi mitra dagang ke-6 terbesar bagi Peru di Asia dan ke-25 secara global pada tahun 2024. Nilai perdagangan bilateral mencapai USD699,1 juta, meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Dina meyakini bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) akan semakin memperkuat dan mendiversifikasi hubungan dagang antara kedua negara.
Sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu daya tarik utama investasi di Peru. Presiden Dina menjelaskan bahwa Peru telah menjadi salah satu dari 10 eksportir pertanian terbesar di dunia. Blueberry, salah satu produk unggulan Peru, kini dapat memasuki pasar Indonesia berkat adanya kesepakatan protokol kesehatan.
Selain sektor pertanian, infrastruktur juga menjadi fokus utama investasi. Peru membutuhkan investasi sekitar USD100 miliar untuk menutup kesenjangan infrastruktur yang ada. Peluang investasi terbuka lebar untuk proyek-proyek pelabuhan, bandara, jalan raya, hingga perkeretaapian. Beberapa proyek strategis yang ditawarkan antara lain Terminal Internasional Chimbote, Pelabuhan Pucallpa, Pelabuhan Saramilisa dan Iquitos, serta jalur kereta Ica dan Lima–Barranca.
"Di pemerintahan saya, kami percaya bahwa pembangunan sebuah negara dibangun melalui investasi, keterbukaan perdagangan, teknologi, kerja sama, dan prospek masa depan," ujar Presiden Dina.
Di sektor energi, Peru menargetkan transisi ke sumber energi terbarukan. Sementara itu, di sektor industri, pemerintah mendorong pengembangan pusat logistik industri dan teknologi di pantai tengah Peru yang terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan zona ekonomi khusus. Peluang investasi ini tentu sangat menarik bagi pengusaha Indonesia yang ingin memperluas bisnisnya ke pasar Amerika Latin.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar