55 NEWS – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga menjabat Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), baru-baru ini menyampaikan laporan strategis kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Laporan tersebut menyoroti potensi dampak eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas pasokan energi global, khususnya terkait ancaman penutupan Selat Hormuz.

Related Post
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Jumat (13/3/2026), Luhut menegaskan keyakinannya bahwa Iran tidak akan mengambil langkah ekstrem dengan menutup Selat Hormuz secara permanen. Menurut analisisnya, keputusan semacam itu akan menjadi bumerang bagi Iran sendiri. "Iran memiliki kepentingan vital untuk keberlangsungan ekonominya. Selat Hormuz adalah urat nadi utama bagi pendapatan negara mereka dari sektor minyak, sehingga penutupan total dan berkepanjangan adalah skenario yang sangat tidak mungkin," jelas Luhut.

Meski demikian, Luhut mengakui bahwa ketegangan di kawasan tersebut telah memicu volatilitas harga minyak mentah dunia. Potensi gangguan pasokan, bahkan dalam skala kecil, dapat mendorong kenaikan signifikan pada harga komoditas energi global. Bagi Indonesia, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan berat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memaksa pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam menambal beban subsidi energi yang membengkak.
Namun, Luhut memastikan bahwa dampak jangka pendek dari konflik di Timur Tengah ini belum akan terasa langsung pada perekonomian nasional. Ia secara khusus menjamin bahwa stabilitas harga energi di dalam negeri akan tetap terjaga, setidaknya hingga periode perayaan hari besar keagamaan seperti Lebaran. "Kami telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi dan akan terus memantau perkembangan situasi dalam satu hingga dua minggu ke depan. Saya optimis, selama periode Lebaran, kondisi energi nasional akan tetap kondusif," tambahnya.
Pemerintah, melalui Dewan Energi Nasional, terus memonitor dinamika geopolitik global dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi serta stabilitas fiskal negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar