55 NEWS – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan pernyataan tegas mengenai kriteria calon pemimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode mendatang. Pernyataan ini muncul menjelang berakhirnya masa jabatan direksi BEI saat ini, menandakan urgensi akan kepemimpinan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berintegritas tinggi dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar modal nasional.

Related Post
Purbaya menekankan bahwa pucuk pimpinan bursa yang baru harus memiliki lebih dari sekadar keahlian manajerial. Integritas moral menjadi pondasi utama untuk memastikan ekosistem perdagangan berjalan secara adil dan transparan. "Mereka harus bisa mengkritik pasar dan mengembangkan basis investor, baik ritel maupun institusi di sini. Yang terpenting, mereka harus punya komitmen kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," tegas Purbaya usai Pembukaan Perdagangan BEI pada Jumat (2/1/2026), seperti dilansir oleh 55tv.co.id.

Menurut Purbaya, direksi BEI yang akan datang dihadapkan pada tugas ganda: memperluas jangkauan investor secara signifikan, baik dari kalangan individu maupun institusi, seraya memastikan bahwa praktik perdagangan bebas dari manipulasi. Visi ini menggarisbawahi pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat, di mana setiap investor mendapatkan perlakuan yang setara dan informasi yang transparan.
Sesuai ketentuan, masa jabatan direksi bursa berlangsung selama empat tahun. Dengan demikian, jajaran Direksi BEI periode 2022-2026, yang saat ini dipimpin oleh Iman Rachman, akan segera mengakhiri tugasnya. Proses seleksi untuk kepemimpinan baru diharapkan membawa angin segar bagi integritas dan pertumbuhan pasar modal nasional, sekaligus menjadi momentum krusial untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba merusak kepercayaan publik. Tantangan besar menanti direksi terpilih untuk mewujudkan visi Purbaya dalam menciptakan pasar modal yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar