55 NEWS – Bank Indonesia (BI) terus berupaya memperluas jangkauan sistem pembayaran digital QR Code Indonesian Standard (QRIS) ke kancah internasional. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan ambisinya agar QRIS dapat digunakan di China dan Arab Saudi, menyusul kesuksesan implementasi di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang.

Related Post
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jumat (22/8/2025), Perry Warjiyo menyatakan, "Setelah QRIS dipakai di Malaysia, Singapura, Thailand, sekarang juga sudah bisa dipakai ke Jepang. Kami mencoba untuk nanti dengan China, dengan Saudi Arabia."

Ekspansi QRIS ke Arab Saudi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para jamaah haji dan umrah asal Indonesia dalam melakukan transaksi keuangan. Sementara itu, target implementasi QRIS di China diharapkan dapat terealisasi pada akhir tahun 2025.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa proses implementasi QRIS di China saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas (sandboxing) yang melibatkan Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC). Uji coba ini melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), UnionPay International (UPI), serta perwakilan dari dua pemain utama di industri pembayaran China.
"Mudah-mudahan, insya Allah, akhir tahun kita bisa implementasi QR Indonesia-China dua sisi, baik inbound maupun outbound," ujar Filianingsih di Jakarta, Rabu.
Pertumbuhan pengguna QRIS di dalam negeri juga terus menunjukkan tren positif. Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 57 juta pengguna dan 40 juta merchant, dengan mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini membuktikan bahwa QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam bertransaksi secara digital. Dengan ekspansi ke China dan Arab Saudi, QRIS diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai sistem pembayaran digital yang mendunia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar