Rahasia Dibalik Rumah Impian: PNM Ubah Hunian Jadi Sumber Cuan Para Wanita!

Rahasia Dibalik Rumah Impian: PNM Ubah Hunian Jadi Sumber Cuan Para Wanita!

55 NEWS – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar Home. Bertepatan dengan Hari Perumahan Nasional (Hapernas), PNM menegaskan bahwa memiliki rumah layak huni adalah kunci utama peningkatan kesejahteraan keluarga, terutama bagi mereka yang menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan usaha.

COLLABMEDIANET

Menyadari data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang menunjukkan masih ada jutaan keluarga Indonesia membutuhkan hunian yang layak, PNM mengambil langkah strategis. Mereka tidak hanya melihat rumah sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat menopang ekonomi keluarga. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rahasia Dibalik Rumah Impian: PNM Ubah Hunian Jadi Sumber Cuan Para Wanita!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mekaar Home hadir sebagai solusi inovatif, menawarkan pembiayaan khusus bagi nasabah PNM Mekaar untuk merenovasi dan memperbaiki rumah mereka. Program ini dirancang khusus untuk para perempuan tangguh yang menjadikan rumah sebagai tempat menjalankan usaha. Dengan Mekaar Home, PNM berupaya menciptakan hunian yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan produktivitas usaha para nasabahnya.

Hingga Agustus 2025, program Mekaar Home telah menjangkau 32 provinsi, 309 kabupaten/kota, dan memberikan manfaat kepada 755.272 nasabah. Total penyaluran dana mencapai Rp1,74 triliun, sebuah bukti nyata komitmen PNM dalam memberikan dampak positif bagi kehidupan nasabah Mekaar di seluruh pelosok Indonesia. Dengan Mekaar Home, PNM membuktikan bahwa rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga fondasi bagi kemandirian ekonomi perempuan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar